PBB Perlu Rp493,5 T Buat Dana Bantuan Darurat 2021

CNN Indonesia | Selasa, 01/12/2020 19:10 WIB
PBB mengungkapkan dana bantuan darurat diperlukan oleh ratusan juta warga yang berada di kelompok paling rentan terdampak pandemi corona. PBB mengungkapkan dana bantuan darurat diperlukan oleh ratusan juta warga yang berada di kelompok paling rentan terdampak pandemi corona. Ilustrasi. (AFP Photo/Fabrice Coffrini).
Jakarta, CNN Indonesia --

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyatakan perlu dana bantuan darurat sebesar US$35 miliar atau sekitar Rp493,5 triliun (asumsi kurs Rp14.100 per dolar AS) pada 2021.

Bantuan darurat itu diperlukan mengingat pandemi virus corona menyebabkan ratusan juta orang terdampak krisis dengan risiko kelaparan.

Berdasarkan laporan Global Humanitarian Overview, tahun depan sekitar 235 juta orang membutuhkan bantuan darurat. Angka itu melonjak 40 persen dari tahun sebelumnya.


"Kenaikannya meningkat hampir seluruhnya karena covid-19," ujar Koordinator Bantuan Darurat PBB Mark Lowcock kepada media, dikutip AFP Selasa (1/12).

Laporan itu menyatakan, tahun depan, 1 dari 33 orang di dunia membutuhkan bantuan. Apabila warga yang membutuhkan bantuan itu tinggal dalam satu negara, negara tersebut akan menjadi negara terbesar ke-5 di dunia.

Lowcock menerangkan bantuan darurat yang dibutuhkan tahun depan dapat membantu 165 juta orang yang berada dalam kelompok paling rentan di 56 negara.

Tahun depan, Lowcock khawatir bencana kelaparan di sejumlah wilayah akan kembali menghantam. Pada akhir 2020 saja, jumlah orang yang terancam kelaparan akut mencapai 270 juta orang atau melonjak 82 persen dari periode sebelum covid-19.

Beberapa negara yang penduduknya rentan kelaparan antara lain Yaman, Burkina Faso, Sudan Selatan, dan Nigeria. Kemudian, sejumlah negara juga membutuhkan bantuan di antaranya Republik Kongo, Afghanistan, dan Ethiopia.

Selain itu, kemiskinan ekstrem diperkirakan naik, angka ekspektasi hidup turun, dan kematian tahunan akibat HIV, TBC, dan malaria berpotensi meningkat dua kali lipat. Kondisi itu merupakan pertama kalinya sejak era 1990-an.

"Lampu merah menyala dan alarm berbunyi," ujarnya.

Kendati demikian, mengumpulkan bantuan darurat US$35 miliar bukan pekerjaan mudah di tengah pandemi. Pasalnya, angka itu dua kali lipat dari jumlah dana yang telah terkumpul tahun ini, US$17 miliar.

"Krisis masih jauh dari berakhir. Anggaran bantuan kemanusiaan juga berkurang seiring dampak pandemi global yang kian memburuk," ujar Pimpinan PBB Antonio Guterres dalam pernyataannya.

[Gambas:Video CNN]



(sfr/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK