MA Tolak PK Sentul City, Warga Tak Wajib Bayar Pemeliharaan

CNN Indonesia | Jumat, 04/12/2020 19:00 WIB
Mahkamah Agung (MA) telah menolak permohonan peninjauan kembali (PK) dari PT Sentul City Tbk mengenai biaya pemeliharaan di kawasan Sentul City. Mahkamah Agung (MA) telah menolak permohonan peninjauan kembali (PK) dari PT Sentul City Tbk mengenai biaya pemeliharaan di kawasan Sentul City.(Screenshot via web sentulcity.co.id).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengacara Komite Warga Sentul City (KWSC) dari AMAR Law Firm Alghiffari Aqsa menyatakan Mahkamah Agung (MA) telah menolak permohonan peninjauan kembali (PK) dari PT Sentul City Tbk mengenai biaya pemeliharaan di kawasan Sentul City.

Ini berarti, Sentul City tak berhak lagi menarik biaya pemeliharaan kepada warga di kawasan perumahan Sentul City.

"Putusan MA September 2020, tapi baru bisa diakses salinan putusannya sekarang," ucap Alghiffari kepada CNNIndonesia.com, Jumat (18/5).


Dengan putusan itu, ia mengatakan warga tak lagi wajib membayar biaya pemeliharaan. Dengan demikian, pemeliharaan akan ditanggung penuh oleh perusahaan.

"Pemeliharaan harus ditanggung oleh pengembang sampai prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) diserahkan ke pemerintah kabupaten (pemkab)," ujar Alghiffari.

Kendati begitu, ia mengatakan Sentul City berargumentasi bahwa putusan MA hanya untuk KWSC atau masyarakat yang memerkarakan masalah ini. Padahal, putusan ini berlaku untuk seluruh masyarakat di kawasan perumahan Sentul City.

"Bunyi putusan jelas tidak boleh memungut iuran di seluruh kawasan Sentul City," tegas dia.

Menurut Alghiffari, persoalan ini sudah terjadi sejak lama. Ia bilang Sentul City sempat menggugat warga karena tak bayar biaya pemeliharaan.

"Persoalan sudah cukup lama, tapi mulai sengketa hukum pada 2016 ketika warga digugat oleh pengembang karena tidak bayar. Warga juga pernah dilaporkan melakukan pencemaran nama baik menggunakan UU ITE," jelas Alghiffari.

Dihubungi terpisah, Head Corporate Communication Sentul City Alfian Mujani menyatakan pihaknya menghormati keputusan MA dan sudah melaksanakan putusan tersebut. Namun, ia menekankan bahwa putusan itu hanya berlaku kepada pihak yang berperkara, yakni tiga orang warga dan beberapa pengurus KWSC.

"Sesuai putusan MA, kami tidak boleh lagi melayani mereka dan memang sudah tidak kami layani," ujar Alfian.

Sementara, perusahaan masih melayani mayoritas warga Sentul City yang tidak memerkarakan kasus biaya pemeliharaan. Artinya, perusahaan masih menarik biaya pemeliharaan kepada warga yang diberikan pelayanan.

"Apalagi berdasarkan data yang kami miliki mayoritas warga perumahan Sentul City masih tetap meminta agar pengelolaan lingkungan dilakukan oleh PT Sukaputra Graha Cemerlang (SGC), anak usaha Sentul City," terang Alfian.

Maka itu, mayoritas warga masih membayar biaya pemeliharaan dan perawatan lingkungan (BPPL) atau iuran lingkungan untuk perawatan PSU di Sentul City. Alfian bilang ada 13 aspek jenis pelayanan yang diberikan oleh SGC.

Beberapa pelayanan itu, seperti keamanan, kebersihan, pemerhatian jalan di dalam dan luar cluster, dan pemeliharaan penerangan jalan umum. Lalu, pemeliharaan taman di dalam dan di luar cluster, perawatan lanskap, razia hewan liar seperti ular, dan penyediaan mobil pemadam kebakaran.

[Gambas:Video CNN]



(aud/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK