Jerit Hati Pekerja di Tengah Euforia Pilkada

CNN Indonesia | Rabu, 09/12/2020 14:20 WIB
Curhatan hati para pekerja yang masih harus bekerja di tengah hiruk pikuk Pilkada 2020. Curhatan hati para pekerja yang masih harus bekerja di tengah hiruk pikuk Pilkada 2020.(CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kaki Kiki (26) terasa berat kala berangkat ke halte Transjakarta pagi tadi. Langkah terasa berat karena ia diminta masuk kerja untuk menyelesaikan berkas-berkas penting perusahaan di hari libur nasional.

Wajahnya mendung bak langit Jakarta hari ini. Tak jarang ia mengeluh, jengkel karena hari libur Pilkada tak 'berlaku' untuknya. Namun, Kiki tak berani mempertanyakan keputusan perusahaan konstruksi tempatnya bekerja.

"Sungkan lah, nanti dikira banyak mau, ga rajin lah. Apalagi disuruh sama bos langsung ini," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.


Meski tak mendapat uang lembur sesuai dengan kebijakan pemerintah, Kiki tak mau mempermasalahkan. Pasalnya, ia tak mau dicap sebagai karyawan yang 'sulit'.

Padahal, pemerintah lewat Kementerian Ketenagakerjaan mewajibkan pengusaha membayar upah lembur kepada pekerja yang bekerja pada hari ini yang bertepatan dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Kewajiban itu tertuang dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor M/14/HK.04/XII/2020 tentang Hari Libur Bagi Pekerja/Buruh Pada Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyebut hal ini sejalan dengan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2020 yang menetapkan 9 Desember 2020 sebagai hari libur nasional.

"Enggak ada (uang lembur), paling uang makan sama ongkos transportasi," jawab Kiki pelan.

Alasan lainnya, Kiki mau mengamankan pekerjaannya dari ancaman PHK. Ia tak ingin jadi karyawan yang dilepas perusahaan.

Sejak pandemi, ia bilang banyak proyek yang ditunda sehingga mau tak mau perusahaan melakukan PHK sejak pertengahan tahun. Berusaha melihat sisi positifnya, Kiki pun manut saja tak banyak menuntut.

"Ya udah lah, disyukuri saja masih bisa kerja mah," katanya pasrah.

Kisah tak jauh berbeda pun dialami oleh Raniya (24). Dia mengirim chat Whatsapp kepada beberapa rekan kerjanya sebelum berangkat kerja.

Raniya merupakan karyawan di salah satu supermarket di kawasan Bekasi. Mendengar kabar beberapa staff diliburkan hari ini, ia kian yakin akan menerima upah lembur.

Meski tak mendapat kepastian dari HRD tempatnya bekerja, berdasarkan pengalamannya, biasanya upah lembur diberikan jika staff yang masuk tak penuh.

Jika situasi mendukung, Raniya berencana akan bertanya kepada atasannya atas kepastian itu. Namun, ia tahu apapun jawabannya, ia tak akan bisa banyak protes.

Dia sudah mengalami pemotongan gaji sejak April lalu, Raniya sebetulnya tak mau banyak berharap karena perusahaan bisa saja menggunakan alasan pandemi untuk tak membayarkan haknya.

"Kalau kepikiran nanya ada cuma lihat situasi saja sih kebetulan masuknya shift-shift-an, jadi paling kalau staff pada off berarti hitungannya lembur," ujarnya.

Seperti yang diketahui, hari ini ditetapkan sebagai libur nasional karena sejumlah daerah menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

[Gambas:Video CNN]



(wel/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK