Dampak Pandemi, Bonus Bos Disney Dipotong

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 20/01/2021 16:56 WIB
Disney mengungkap telah memotong bonus tahunan para bos eksekutif termasuk Eksekutif Disney Bob Iger. Disney mengungkap telah memotong bonus tahunan para bos eksekutif termasuk Eksekutif Disney Bob Iger.(AFP/Valerie Macon).
Jakarta, CNN Indonesia --

Disney mengungkap telah memotong bonus tahunan berbasis kinerja para bos eksekutif termasuk Eksekutif Disney Bob Iger. Pasalnya, pendapatan perusahaan terdampak pandemi corona sejak tahun lalu.

Dilansir dari Reuters, pandemi corona telah memukul bisnis taman hiburan dan studio film karena seluruh masyarakat berdiam diri di rumah. Namun, Disney masih mencatatkan pendapatan dari pendaftaran layanan streaming Disney+.

Iger tercatat mendapatkan bonus US$21 juta pada tahun fiskal 2020. Bonus ini jauh lebih rendah dari US$47,5 juta yang dia terima tahun sebelumnya. Sementara CEO Disney Bob Chapek mendapatkan US$ 14,2 juta.


Disney sempat mengatakan Iger tidak akan mengambil gajinya selama pandemi sementara Chapek mengambil potongan gaji 50 persen di tengah krisis virus corona.

Saat ini Disney tengah genjar dengan layanan streaming besutannya, Disney+. Layanan ini sempat membuat saham Disney melejit 13 persen ke level rekor tertinggi pada pertengahan tahun lalu.

Analis Citi Jason Bazinet menyatakan Disney membuat "komitmen yang kuat" untuk membuat konten baru. Peningkatan biaya konten bisa diimbangi oleh laju pertumbuhan pelanggan yang di atas proyeksi.

Menurut Bazinet, jumlah pelanggan Disney juga bisa berhadapan dengan Netflix yang saat ini pangsa pasarnya lebih dari 50 persen. Kekuatan Disney berada pada film dan animasinya rumah produksinya. Selain itu, Disney juga merupakan pemilik studio Pixar, Marvel, rumah produksi franchise Star Wars Lucas Film.

Disney baru-baru ini juga mengakuisisi aset studio Fox. Hal itu memungkinkan Disney menyajikan konten yang lebih dewasa. Tak hanya itu, Disney juga mengendalikan penuh layanan streaming Hulu.

Kendati demikian, persaingan bisnis layanan streaming semakin ketat. Di mana, penyedia layanan serupa seperti Apple dan Amazon terus menggelontorkan dana untuk membiayai program orisinal. Selain itu, pemain baru dari raksasa media lain juga bermunculan seperti Paramount+ dan HBO Max.

[Gambas:Video CNN]



(age/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK