Irit Anggaran, ESDM Hanya Eksplorasi 2 Blok Panas Bumi

CNN Indonesia | Kamis, 21/01/2021 08:32 WIB
Kementerian ESDM akan mengebor dua wilayah kerja panas bumi, dari rencana awal empat blok. Pengurangan eksplorasi karena pemangkasan anggaran. Kementerian ESDM akan mengebor dua wilayah kerja panas bumi, dari rencana awal empat blok. Pengurangan eksplorasi karena pemangkasan anggaran. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian ESDM akan melakukan pengeboran eksplorasi (government drilling) di dua wilayah kerja panas bumi (WKP) pada tahun ini.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono menyampaikan dua lokasi tersebut, yakni Nage, Nusa Tenggara Timur, dan Cisolok Cisukara, Jawa Barat. Keduanya memiliki kapasitas ekplorasi sebesar 20 Megawatt (MW).

"Berdasarkan studi 3G (geologi, geokimia, geofisika) yang kami lakukan sebelumnya, akan dilakukan di dua lokasi, yaitu Nage NTT dan Cisolok Jawa Barat. Ini nanti kami akan lakukan pengeboran di sana," ujar Eko dikutip dari Antara, Rabu (20/1).


Eko menyebut terjadi pengurangan jumlah eksplorasi panas bumi dari sebelumnya di tiga wilayah kerja. Penurunan ini disebabkan pemangkasan anggaran dan realokasi belanja dalam rangka penanganan pandemi covid-19.

Wilayah kerja pengeboran yang ditunda, yakni di WKP Bittuang, Sulawesi Selatan.

"Bittuang, sebetulnya program kami tahun ini. Tapi kemarin saat mendampingi Pak Menteri (Arifin Tasrif) rapat kerja dengan Komisi VII DPR, kami ada refocusing dan realokasi anggaran. Salah satunya, Bittuang ini kami tunda laksanakan di tahun berikutnya," terang dia.

Menurut Eko, pemerintah memilih menunda Bittuang berdasarkan urutannya. Bittuang berada dalam skala prioritas terbawah jika dibandingkan dua wilayah eksplorasi lainnya.

"Dari tiga, urutan paling bawah itu Bittuang. Mungkin akan jadi prioritas tahap berikutnya," imbuh Eko.

Lebih lanjut, Eko menjelaskan pengeboran eksplorasi yang dilakukan ini merupakan hal yang baru dan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menggaet investasi panas bumi.

Ia berharap dari pengeboran eksplorasi ini nantinya dapat diketahui data-data panas bumi yang dibutuhkan, termasuk soal temperatur, tekanan, hingga fluida panas bumi di wilayah tersebut.

"Ini memang pertama kali akan dilakukan. Mudah-mudahan ke depan menjadi program kami untuk memberi kemudahan investasi, mengurangi biaya eksplorasi. Listriknya juga akan lebih murah karena eksplorasinya murah," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(wel/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK