Menaker Minta Masyarakat Hati-hati Bujuk Rayu Calo TKI

CNN Indonesia | Jumat, 19/02/2021 19:55 WIB
Kemenaker membangun 45 Layanan Terpadu Satu Atap untuk mencegah bujuk rayu calo penempatan TKI di luar negeri sekaligus melindungi para pekerja migran. Kemenaker membangun 45 Layanan Terpadu Satu Atap untuk mencegah bujuk rayu calo penempatan TKI di luar negeri sekaligus melindungi para pekerja migran. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Ketenakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta masyarakat agar tidak mudah percaya dengan bujuk rayu calo penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

"Kita harus berjuang keras melawan calo-calo yang mengajak masyarakat bekerja ke luar negeri tanpa prosedur," ujar Ida dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (19/2).

Ida mengingatkan masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri untuk mengikuti prosedur yang berlaku. Selain itu, pemerintah daerah, khususnya yang masyarakatnya banyak bekerja ke luar negeri (kantong PMI), untuk lebih perhatian dengan isu tersebut.


"Kewajiban kita mengedukasi masyarakat untuk bekerja ke luar negeri dalam kondisi yang siap, dengan kompetensi yang tersertifikasi, mengikuti prosedur yang benar, tidak terpikat dengan calo-calo," ujarnya.

Untuk itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) membangun 45 Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) untuk mencegah bujuk rayu calo penempatan sekaligus melindungi para pekerja migran.

"LTSA ini adalah salah satu cara kita untuk memberikan perlindungan kepada pekerja calon PMI dan PMI kita, mulai dari daerah asal sampai nanti kembali ke daerahnya," ujarnya.

Pasalnya, LTSA akan memberi pelayanan penempatan kepada pekerja migran. Mulai dari pendaftaran ketenagakerjaan hingga berbagai layanan lain, seperti kependudukan sipil, imigrasi, kesehatan, kepolisian, BPJS Ketenagakerjaan, BP2MI, hingga perbankan.

Seluruh layanan ini akan diberikan dengan cepat, mudah, murah, dan aman bagi calon pekerja migran, serta meningkatkan pelindungan bagi pekerja migran dan keluarganya.

"Kami berharap masyarakat jangan memilih cara yang instan, pakailah cara sesuai prosedur, karena pemerintah hadir untuk mempermudah masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri," ujarnya.

Di sisi lain, Ida berharap LTSA juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan kementerian/lembaga lain di tingkat pusat. Bahkan, hingga level terendah seperti pemerintah desa.

[Gambas:Video CNN]

LTSA dibangun di berbagai daerah di Indonesia, khususnya yang merupakan sumber pekerja migran terbanyak, yaitu Nusa Tenggara Barat.

Secara total, ada 6 LTSA di NTB yang tersebar di Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Barat, Sumbawa, Bima, dan tingkat provinsi.



(uli/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK