Alasan BEI Sembunyikan Kode Broker

CNN Indonesia | Kamis, 25/02/2021 17:18 WIB
BEI akan menyembunyikan kode broker dan domisili di papan transaksi berjalan mulai 26 Juli mendatang. Berikut 2 alasannya. BEI akan menyembunyikan kode broker per Juli mendatang. Ilustrasi. ( ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menyembunyikan kode broker dan domisil pada papan transaksi berjalan (running trade) mulai 26 Juli mendatang.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo menyebut ada dua alasan di balik keputusan tersebut.

Pertama, meningkatkan tata kelola pasar (market governance). Diharapkan ini akan mampu mengurangi praktek menggiring (herding behaviour) di pasar saham.


Kedua, untuk mengurangi kebutuhan bandwidth data yang menyebabkan keterlambatan dalam aktivitas trading. BEI mengatakan terjadi peningkatan frekuensi transaksi akhir-akhir ini.

BEI menilai keputusan mengurangi beban bandwidth, salah satunya dengan menyembunyikan kode broker, perlu segera dilakukan.

Laksono memastikan investor masih bisa mengakses data transaksi lengkap di penghujung hari setelah pasar ditutup.

"Ini tidak membuat bursa semakin tertutup karena memang begitu prakteknya di bursa lain di dunia," katanya lewat pesan teks, Kamis (25/2).

[Gambas:Video CNN]

Pada Juli mendatang, ia menyebut kebijakan baru akan dilaksanakan untuk kode broker. Berselang 6 bulan setelahnya atau Februari 2022 baru kode domisili domestik atau asing akan ditutup.

"Tentunya ada yang kontra. Tapi mayoritas menyambut baik karena ini memperbaiki market conduct untuk ke depannya," tambahnya.

Sebelumnya, lewat dokumen sosialisasi pengembangan sistem dan infrastruktur teknologi informasi, BEI membeberkan rencana untuk tak lagi menampilkan kode pialang dan domisilinya saat perdagangan berlangsung.

Kebijakan ini diharapkan menjadi menjawab kebutuhan pelaku pasar.

"Maka diusulkan untuk menghilangkan data kode broker dan tipe investor hanya pada real-time running trade, sementara pada akhir hari/olahan tetap disediakan," demikian bunyi dokumen tersebut dikutip CNNndonesia.com, Kamis (25/2).

Selain itu disebutkan pula penutupan kode broker dan tipe investor bertujuan untuk mengikuti best practice, dan meningkatkan kewajaran dalam pembentukan harga, mengurangi front running, piggybacking dan information leakage.

Kemudian, penutupan juga bertujuan meningkatkan insentif untuk melakukan riset, meningkatkan partisipasi dari informed investor, large dan repeatedly investor, dan berpotensi meningkatkan likuiditas dan menurunkan spread.

Dalam dokumen tersebut, BEI juga menunjukkan mengenai tampilan saat ini mengenai kode broker, informasi foreign dan domestik yang ditampilkan pada post trade.

(well/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK