Konsumsi Masyarakat Menengah Atas Belum Pulih 100 Persen

CNN Indonesia | Kamis, 22/04/2021 06:42 WIB
Sekretaris Penanganan Covid-19 dan PEN Raden Pardede memastikan belanja masyarakat kelas bawah sudah pulih. Tapi, tidak dengan kelas menengah atas. Sekretaris Eksekutif I Penanganan Covid-19 dan PEN Raden Pardede memastikan belanja masyarakat kelas bawah sudah pulih. Tapi, tidak dengan kelas menengah atas. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Bisma Septalismaaa).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Raden Pardede menyebut konsumsi masyarakat berpendapatan tinggi belum sepenuhnya pulih. Hal ini dikarenakan mereka masih belum percaya untuk mengeluarkan dana besar di masa pandemi covid-19.

Menurutnya, pemerintah masih harus mendorong kepercayaan masyarakat kelas menengah atas agar mereka mau berbelanja seperti sebelum pandemi covid-19. Salah satu caranya dengan mengurangi penularan covid-19.

Sementara, belanja masyarakat kelas menengah bawah diklaim sudah pulih. Bahkan, rata-rata frekuensi belanja nasional sudah di atas rata-rata sebelum pandemi covid-19.


"Nilai belanja masyarakat menengah ke bawah sudah kembali esensial. Untuk non esensial, untuk leisure itu kan masyarakat berpendapatan tinggi itu belum pulih betul. Harus dipulihkan dengan optimisme," ungkap Raden dalam Webinar: Dialog Produktif Rabu Utama Proyeksi Pemulihan Ekonomi Nasional, Rabu (21/4).

Sementara, Raden menyatakan mobilitas masyarakat juga berpengaruh terhadap tingkat belanja nasional. Semakin banyak yang berdiam diri di rumah, maka makin landai konsumsi.

"Tingkat mobilitas sangat berpengaruh terhadap belanja, jadi kalau di rumah terus tidak ada yang belanja, itu contoh. Tingkat mobilitas dengan tingkat belanja itu positif," terang Raden.

Karenanya, ia berharap tingkat belanja masyarakat akan naik jelang Lebaran tahun ini. Pasalnya, pemerintah sudah mewajibkan seluruh pengusaha swasta untuk membayar tunjangan hari raya (THR) untuk karyawan h-7 Lebaran.

"THR cair itu akan memberikan imun booster spending saat Lebaran," imbuh Raden.

Berdasarkan hitung-hitungan pemerintah, pembayaran THR kepada pekerja akan mendorong perputaran uang sekitar Rp200 triliun. Masyarakat akan meningkatkan belanjanya jelang Lebaran nanti.

"Ini kami harapkan dorong lumayan nilainya hampir Rp200 triliun. THR wajib dibayarkan ke karyawan, termasuk ASN, pegawai negeri, polisi, dan TNI," jelas Raden.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengestimasikan perputaran dana di pasar hingga Rp215 triliun dari pembayaran THR perusahaan kepada karyawan tahun ini. Untuk itu, ia menegaskan semua perusahaan harus membayar THR kepada karyawan.

"Sudah waktunya swasta memberikan THR karena berbagai kegiatan (stimulus) telah diberikan," ucap Airlangga.

Salah satu stimulus yang dimaksud adalah menggratiskan pajak mobil baru lewat penerbitan aturan diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mobil. Diskon pajak akan diberikan hingga akhir 2021 mendatang. Dari stimulus itu, Airlangga menyebut ada kenaikan penjualan kendaraan mencapai 143 persen pada Maret 2021.

Lalu, pemerintah juga memberikan insentif berupa penjaminan kredit untuk sektor hotel dan restoran. Selain itu, pengusaha kafe diizinkan untuk mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Khusus kafe dan restoran bisa menggunakan skema KUR di mana untuk KUR diperpanjang (subsidi bunga) 3 persen sampai 2021," pungkas Airlangga.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK