EDUKASI KEUANGAN

6 Tip Siapkan Dana Sekolah Anak Jelang Tahun Ajaran Baru

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Sabtu, 22/05/2021 09:06 WIB
Orang tua perlu menyiapkan dana pendidikan anak dari jauh-jauh hari agar tak kelabakan jelang tahun ajaran baru. Berikut tip dari perencana keuangan. Orang tua perlu menyiapkan dana pendidikan anak dari jauh-jauh hari agar tak kelabakan jelang tahun ajaran baru. Ilustrasi. (iStockphoto/arthon meekodong).
Jakarta, CNN Indonesia --

Tahun ajaran baru segera tiba. Berdasarkan kalender pendidikan, permulaan tahun ajaran 2021/2022 akan dimulai pertengahan Juli 2021 mendatang.

Orang tua biasanya sudah 'pusing' dari jauh-jauh hari menyiapkan dana sekolah anak. Maklum, biaya pendidikan anak saat ini cukup menguras kantong.

Jika tak disiapkan sejak awal, orang tua bisa kelabakan. Ujung-ujungnya justru akan membuat arus kas keuangan keluarga berantakan.


Lantas, bagaimana cara menyiapkan uang sekolah untuk anak agar arus kas tetap sehat?

1. Siapkan dari Jauh-jauh Hari

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho mengatakan orang tua sebaiknya menyiapkan uang sekolah anak sejak dini. Pasalnya, biaya sekolah adalah hal yang bisa diperhitungkan sejak awal.

"Orang tua kan bisa mengukur. Tahun depan misalnya naik dari SD ke SMP, hitung kebutuhan dana berapa besar. Jadi bisa menabung dari jauh-jauh hari," ucap Andy kepada CNNIndonesia.com, Jumat (21/5).

Menurutnya, orang tua bisa menabung sejak awal pernikahan agar tak repot ketika anak sudah saatnya masuk sekolah. Misalnya, menyisihkan sebagian gaji untuk persiapan biaya anak sekolah.

"Ada rekening tabungan sekolah anak di bank. Ketika orang tua gajian, bisa dipotong langsung untuk masuk ke tabungan pendidikan anak," kata Andy.

Dengan memiliki rekening khusus pendidikan anak, maka orang tua seperti 'dipaksa' untuk menabung. Nantinya, secara tak sadar, tabungan sudah terisi banyak dan orang tua tak perlu pusing menyiapkan dana untuk anak sekolah.

2. Asuransi Pendidikan

Andy menyatakan orang tua juga bisa membeli polis asuransi pendidikan anak. Polis asuransi ini biasanya memiliki masa waktu lima sampai 10 tahun.

Setelah itu, dana bisa dicairkan dan digunakan orang tua untuk anak sekolah. Selain itu, polis asuransi juga biasanya menjamin anak tetap bisa sekolah jika orang tuanya meninggal.

"Selain ada nilai tunai, kalau orang tua meninggal atau sakit, anaknya tetap bisa sekolah," kata Andy.

3. Investasi

Sementara, orang tua juga berinvestasi sejak dini dalam menyiapkan uang sekolah untuk anak. Andy merekomendasikan orang tua untuk menempatkan dana di reksa dana.

"Untuk jangka panjang bisa reksa dana saham. Ini misal 10 tahun," ujar Andy.

Lalu, ia juga menyarankan orang tua untuk berinvestasi di pasar saham. Menurutnya, potensi keuntungannya cukup menggiurkan jika dana yang dibutuhkan adalah untuk jangka panjang.

Untuk jangka pendek, orang tua bisa memilih reksa dana campuran dan pendapatan tetap. Jangka pendek di sini sekitar dua tahun sampai tiga tahun.

"Kalau jangka waktu pendek cari yang risiko rendah, kalau jangka panjang risiko tinggi," jelasnya.

Sementara, orang tua juga membeli logam mulia atau emas untuk simpanan pendidikan anak. Namun, Andy berpendapat keuntungannya akan lebih rendah dibandingkan dengan investasi reksa dana saham atau pasar saham secara langsung.

Pilih Sesuai Kemampuan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK