PPKM Diperketat, APPBI Ramal Kunjungan ke Mal Cuma 10 Persen

CNN Indonesia | Senin, 21/06/2021 17:18 WIB
Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia memperkirakan tingkat kunjungan ke mal akan turun signifikan akibat pengetatan PPKM. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia memperkirakan tingkat kunjungan ke mal akan turun signifikan akibat pengetatan PPKM.(CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja memperkirakan tingkat kunjungan ke mal akan turun signifikan akibat pengetatan PPKM.

Pasalnya penutupan jam operasional yang dipercepat menjadi pukul 20.00 WIB akan mempersingkat waktu belanja dan membuat warga ogah pergi ke mal.

"Diperkirakan tingkat kunjungan akan turun cukup drastis sehingga hanya akan tersisa sekitar 10 persen saja," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com Senin (21/6).


Alphonzus juga menyayangkan kebijakan PPKM sebelumnya yang terkesan dilakukan secara parsial. Sebab, hal tersebut tak efektif menekan penurun kasus positif covid-19 dan membuat pemerintah harus berulangkali mengambil kebijakan pengetatan yang memberatkan pengusaha.

"Berdasarkan pengalaman yang lalu yaitu pada awal 2021 ini, pembatasan tidak akan efektif untuk menekan jumlah kasus positif covid-19 jika hanya dilakukan parsial dan tidak disertai dengan penegakan yang kuat atas permberlakuan serta penerapan protokol kesehatan yang ketat, disiplin dan konsisten," jelasnya.

Dengan adanya pengetatan saat ini, lanjutnya, maka sudah dapat dipastikan bahwa perekonomian akan kembali terpuruk. Karena itu, ia berharap kebijakan kali ini benar-benar disertai dengan penegakan hukum yang tegas atas pelanggaran protokol kesehatan.

"Sehingga pengorbanan besar di bidang perekonomian tidak menjadi sia-sia kembali," tuturnya.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Reynaldi Sarijowan berharap kebijakan pengetatan PPKM tidak mempengaruhi distribusi pangan yang dapat menimbulkan gejolak harga di pasar.

"Kedua, tidak mengganggu roda ekonomi di daerah karena efeknya pasti langsung di kami pedagang pasar," tuturnya.

Ia juga meminta pemerintah mencari formulasi yang tepat agar kebijakan PPKM dua pekan mendatang tidak menyulitkan para pedagang pasar yang tergabung dalam IKAPPI.

"Memperkuat protokol kesehatan di pasar tradisional, menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak sudah cukup," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK