Karyawan Ngadu ke Erick Tuding Dirut Liburan Pakai Fasilitas Garuda

CNN Indonesia
Rabu, 27 Oct 2021 12:50 WIB
Serikat Karyawan Garuda melaporkan Dirutnya kepada Erick Thohir terkait dugaan liburan keluarga Ivan Setiaputra saat perjalanan dinas dan upgrade tiket. Serikat Karyawan Garuda melaporkan Dirutnya kepada Erick Thohir terkait dugaan liburan keluarga Ivan Setiaputra saat perjalanan dinas dan upgrade tiket. (CNN Indonesia/Fajrian).
Jakarta, CNN Indonesia --

Dewan Pimpinan Pusat Serikat Karyawan (DPPSK) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengirimkan surat kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengadukan dugaan penyalahgunaan fasilitas perusahaan oleh Direktur Utama BUMN maskapai tersebut, Irfan Setiaputra.

Dalam surat bernomor SKGA-06/257/X/2021 tersebut, Ketua Umum DPPSK Garuda Indonesia Dwi Yulianta menyebut Irfan mengakui berangkat bersama keluarganya dalam memenuhi undangan International Air Airport Association (IATA).

Dwi menyebut dalam pertemuan pada 3-5 Oktober 2021 itu, Irfan berangkat bersama dengan istri, anak, menantu, dan dua orang cucunya. Adapun rute penerbangannya semula ialah Jakarta-New York via Amsterdam pada tanggal 30 September 2021 dengan nomor penerbangan GA088.


Lalu, rute penerbangan diubah menjadi Jakarta-New York via Incheon/Seoul untuk penerbangan hari sama dengan nomor penerbangan GA878 menggunakan fasilitas kelas bisnis.

Pada saat kembali, ia mengatakan Irfan baru terbang balik ke Tanah Air pada 16 Oktober 2021 dengan rute Amsterdam-Jakarta dengan GA089 menggunakan fasilitas kelas bisnis usai berlibur dengan keluarganya.

Menurut dia, pengakuan tersebut Irfan sampaikan pada saat sharing session bersama karyawan pada Senin, 25 Oktober 2021 pukul 11.00 waktu setempat.

"Kami sangat prihatin, ternyata selain menghadiri undangan tersebut dari tanggal 3-5 Oktober ternyata Direktur Utama mengakui bahwa yang bersangkutan lanjut berlibur bersama keluarga dan baru kembali ke Jakarta pada tanggl 16 Oktober 2021," ungkapnya dalam surat yang diterima redaksi tersebut, dikutip Rabu (27/10).

Ia berpendapat Garuda yang sedang 'sakit' memerlukan perhatian 24 jam dari Irfan, karena itu ia menilai seharusnya kepala perusahaan lebih memprioritaskan perhatiannya terhadap kondisi Garuda Indonesia.

Ia juga mengaku prihatin di tengah kesulitan keuangan Garuda Indonesia, biaya pembatalan (cancelation fee) 4 tiket ekonomi promo V Class keluarga Irfan dengan rute semula Jakarta - Amsterdam malah tidak dikenakan biaya pembatalan.

Tak hanya itu, ia menuturkan kalau tiket tersebut berubah rute menjadi Jakarta - Incheon/Seoul serta terjadi upgrade 4 tiket ekonomi ke kelas bisnis baik saat keberangkatan maupun kepulangan.

"Kami juga mendapat informasi terkait penerbitan Kartu Member Garuda Indonesia, yaitu GA Miles Platinum VIP terhadap 4 orang keluarga Direktur Utama (anak, menantu dan cucu)," terang dia.

Ia pun mengingatkan nilai BUMN yang diduga dilanggar, yaitu AKHLAK sekaligus good corporate governance petinggi perusahaan pelat merah. Dalam surat tersebut, Dwi kemudian meminta Erick untuk melakukan investigasi atas hal tersebut.

"Sebagai pengurus Serikat Pekerja, maka kami memohon kiranya Bapak Menteri BUMN (Erick) dapat membentuk tim investigasi," tutup dia.

Redaksi telah menghubungi Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra untuk mengkonfirmasi informasi tersebut. Namun, hingga berita diturunkan yang bersangkutan belum merespons.

[Gambas:Video CNN]



(wel/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER