Pendidikan Anak

Cara Mudah Mendidik Anak untuk Gemar Berbagi

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Jumat, 21/11/2014 08:18 WIB
Cara Mudah Mendidik Anak untuk Gemar Berbagi Ilustrasi: Mengajarkan anak untuk mau berbagi dengan orang lain tak harus dalam bentuk benda atau uang berjumlah besar. (REUTERS/Mohamed Azakir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Alangkah bahagianya melihat buah hati Anda memiliki kepekaan sosial yang tinggi pada sesamanya yang membutuhkan. Kemampuan anak untuk berbagi sejak kecil akan memberikan bekal tersendiri untuk mereka di masa depannya. Gemar berbagi akan menumbuhkan generasi yang peka, peduli terhadap sesama dan bisa tumbuh menjadi anak yang lebih bahagia.

Pada penelitian terpisah yang dilakukan oleh University of California, Riverside, diungkapkan bahwa salah satu cara yang paling efektif untuk meningkatkan kebahagiaan seseorang dapat diraih dengan melakukan kebaikan, membantu orang lain, dan saling berbagi dengan sesama.

"Ketika kita bisa menolong dan berbagi dengan orang lain, kita tidak cuma membahagiakan orang lain, tapi juga membahagiakan diri sendiri," kata psikolog anak dan remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo saat kampanye Save a Teen di Jakarta, Kamis (20/11).


Sayangnya, di masyarakat Indonesia sekarang ini, keinginan untuk saling berbagi ini sudah mulai meluntur karena banyak alasan. Termasuk berkurangnya kepercayaan dan pandangan negatif pada orang lain. Hal ini pula yang menyebabkan berkurangnya rasa bahagia di kalangan masyarakat.

"Rasa saling berbagi ini seharusnya ditumbuhkan sedini mungkin. Di sinilah orang tua memiliki peran yang sangat penting untuk perkembangan anak-anaknya," kata Vera kepada CNN Indonesia.

Mendidik anak agar memiliki sifat mau berbagi:

1. Tumbuhkan Kepedulian

Satu hal yang ditekankan Vera, sifat berbagi tak bisa begitu saja diajarkan kepada anak. "Ajarkan anak untuk mau peduli dulu dengan orang lain," ucapnya. Kepedulian akan meningkatkan rasa empati pada penderitaan dan kesedihan orang lain. Anak akan merasakan bagaimana menderitanya orang tersebut

Karena dia mencoba menempatkan diri pada posisi orang tersebut. "Misalnya saat ketemu orang di jalan yang kepanasan. Beritahu si kecil kalau orang itu kepanasan, dan tanyakan padanya bagaimana rasa kepanasan. Dengan demikian ini akan merangsang mereka untuk mengambil sikap bagaimana untuk membantu orang tersebut," ujarnya.

2. Beri Contoh Nyata

"Anak akan belajar peduli jika Anda juga peduli. Anak akan belajar bagaimana caranya berhubungan dengan orang lain setelah melihat contoh dari orang tuanya," katanya menambahkan.

Jadi jangan hanya meminta anak untuk punya kepedulian, kepekaan tinggi jika Anda sebagai orang tua tak punya kepedulian dan kepekaan tinggi pada orang lain. Untuk mendidik anak yang peduli, gemar berbagi dan peka, orang tua harus menjadi role model bagi anak-anaknya dalam setiap tingkah lakunya.

3. Berbagi Tak Harus dalam Bentuk Materi

Mengajarkan anak untuk mau berbagi dengan orang lain tak harus dalam bentuk benda atau uang berjumlah besar. Ajarkan mereka bahwa mereka bisa berbagi dengan sesamanya dalam banyak hal. Misalnya, saling meminjamkan mainan kepada temannya, saling berbagi makanan ketika ada temannya yang minta dan lainnya.

"Saya mengajarkan anak untuk berbagi dalam banyak hal, tak melulu lewat uang, tapi bisa lewat tenaga," kata aktris Sigi Wimala di acara yang sama. Sigi mengatakan kalau anaknya diajarkan untuk berbagi lewat tenaga. Misalnya, dengan membantu pemulung untuk memisahkan sampah yang plastik dan sampah basah. "Sederhana sih, tapi itu cocoklah untuk anak usia 4,5 tahun," ujar Sigi seraya tertawa.