Kesehatan Anak

Pesan Psikolog untuk Para Wanita Karier

Karina Armandani, CNN Indonesia | Jumat, 21/11/2014 09:06 WIB
Pesan Psikolog untuk Para Wanita Karier Ilustrasi ibu bekerja (Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sudah merupakan kodrat bagi seorang wanita untuk menjadi ibu pada saatnya. Namun saat ini para wanita juga banyak yang bekerja dan menjadi wanita karier. Lalu bagaimana para ibu dengan peran ganda ini harus menyikapinya?

Beberapa pakar bersama produsen biskuit melalukan riset pada Mei lalu untuk mempelajari kehidupan keluarga wanita karier. Survei dilakukan kepada 500 ibu di tiga kota, Jakarta, Bandung, dan Surabaya untuk melihat seberapa pentingnya kebersamaan keluarga bagi para ibu ini.

Dari 500 ibu yang disurvei, 20 persen di antaranya menghabiskan waktu 12 jam untuk bekerja di luar rumah.


"Meskipun para ibu ini memiliki peran ganda, ibu adalah insinyur dari keluarganya yang mengatur kehidupan keluarga dan menjadi penyambung antara suami dan juga anak-anaknya," kata psikolog anak Efnie Indrianie, saat ditemui di Restoran 1000 Rasa, Jakarta, Kamis (20/11).

Selain untuk mencukupi kebutuhan keluarga, para wanita juga bekerja sebagai aktualisasi dirinya untuk mewujudkan mimpinya. Namun bukan berarti hal ini adalah hal buruk.

"Tidak ada yang salah dengan keputusan seorang ibu untuk berkarya. Akan tetapi konsekuensi dari kondisi ini mengharuskan ibu untuk lebih cermat membagi waktu dengan keluarga," ujar Efnie mengungkapkan.

Sebagai simbol kasih sayang dan kehangatan, selain sang ibu dapat membuat anak-anak merasa damai, tentunya dengan bekerja ia dapat menjadi panutan bagi anak-anaknya.

"Berperan ganda itu tidak selalu negatif. Ketika seorang anak tumbuh mereka membutuhkan panutan. Dengan seorang ibu dapat meluangkan waktu untuk anaknya, sang anak juga dapat melihat bahwa sesibuk apa pun ibunya tetapi tetap punya waktu untuknya," kata Efnie menjelaskan.

Efnie juga mengatakan bahwa saat seorang ibu tidak dapat mengatur waktu dengan keluarganya, anak-anak akan merasa tidak dipedulikan dan diperhatikan. "Makanya tidak sedikit anak-anak akan lebih percaya dengan orang lain dan justru menanyakan ke mana 'mbak'."

Menurut penelitian dari Elin Rosalin, Deden Deni Koswara, dan Cepri Triatna dari Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, sebagian besar para ibu dengan peran ganda mampu membagi waktunya. Studi ini menemukan bahwa para wanita dengan peran ganda memiliki kesadaran yang tinggi tentang pentingnya membagi waktu antara karier dan keluarga.

Menurut Efnie, semua dapat berjalan baik jika sang ibu juga sehat secara mental. "Dengan mengendalikan fungsi-fungsi mental dan juga menarik napas, sang ibu dapat menyeimbangkan kesehatan mental dan juga fisiknya. Dengan demikian hal-hal yang dikelola pun akan menjadi baik," kata Efnie.

Ia juga menyatakan bahwa seorang ibu sebaiknya memiliki kecakapan untuk mengelola waktu, disiplin, dan mampu berbagi peran dengan suami dalam menciptakan kebersamaan keluarga, agar ikatan fisik dan emosi keluarga tetap bisa terbangun.