Kasus Unik Kesehatan

Cacing Pita Bersarang di Otak Pasien Selama 4 Tahun

Windratie, CNN Indonesia | Jumat, 21/11/2014 10:35 WIB
Cacing Pita Bersarang di Otak Pasien Selama 4 Tahun Ilustrasi cacing pita (Thinkstock/decade3d)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah laporan medis mengeluarkan hasil penelitian terbaru terkait seseorang yang memiliki watak gelisah. Orang yang sering merasa gelisah akan mengalami gejala-gejala kesehatan buruk. Dimulai dengan sakit kepala, merasakan kilas balik ingatan, dan rasa aneh pada penciuman.

Yang terburuk adalah berakhir dengan ditemukannya cacing sepanjang 1 sentimeter dari otak manusia. Dikutip dari laman Independent, Jumat (21/11), cacing tersebut tanpa disadari telah hidup sebagai parasit setidaknya selama empat tahun.

Hal tersebut terjadi pada seorang pasien yang berusia 50 tahun. Dia mengeluhkan berbagai gejala neurologis, termasuk kejang dan nyeri progresif di sisi kanan kepalanya. Rupanya rasa sakit tersebut diakibatkan oleh cacing pita yang menggali sisi otak yang lain.


Dokter Rumah Sakit Addenbrooke di Cambridge, Inggris, mengeluarkan cacing pita tersebut dengan melakukan operasi eksplorasi. Cacing pita itu diketahui setelah dilakukan pemindaian MRI. Sesuatu seperti cacing rupanya berada di balik memburuknya kondisi pasien.  

Para ilmuwan dari Wellcome Trust Sanget Institute melakukan analisis genom, dan menemukan bahwa cacing pita tersebut termasuk spesies yang disebut Spirometra erinaceiuropaei. Spesies cacing tersebut belum pernah ditemukan sebelumnya di Inggris. Di seluruh dunia hanya 300 kasus yang telah dilaporkan sejak 1953.

Selama empat tahun pasien tersebut merasakan gejala aneh di sisi kanan kepalanya. Cacing pita menggeliat setidaknya sepanjang 5 sentimeter dari satu sisi otak menuju sisi otaknya yang lain, melintasi struktur sensorik yang disebut thalamus.  

Pasien yang merupakan kelahiran Tiongkok itu telah menetap di Inggris selama 20 tahun terakhir. Setelah operasi dan dibantu dengan obat anticacing pita, laki-laki tersebut berangsur pulih. Tidak diketahui bagaimana dia bisa terinfeksi.

Para peneliti mengatakan, bisa saja dia terinfeksi dalam salah satu kunjungannya yang sering ke Tiongkok.