Kesehatan Wanita

Waspada 5 Penyakit Penyebab Nyeri Haid

Merry Wahyuningsih, CNN Indonesia | Jumat, 21/11/2014 11:58 WIB
Waspada 5 Penyakit Penyebab Nyeri Haid Ilustrasi nyeri perut saat haid (Getty Images/b-d-s)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kram perut saat menstruasi (dismenore) banyak dialami perempuan sebelum dan selama periode menstruasi. Kondisi ini bisa tergolong normal bila tingkat rasa sakit tak sampai mengganggu aktivitas. Namun bila nyeri yang terasa cukup parah, waspadai beberapa penyakit di baliknya.

Dismenore merupakan kram menstruasi berdenyut atau kram nyeri di perut bagian bawah. Kondisi ini terjadi secara normal, karena selama menstruasi rahim berkontraksi untuk membantu meluruhkan lapisan yang akan keluar sebagai darah haid.

Zat yang menyerupai hormon (prostaglandin) terlibat dalam rasa sakit dan peradangan yang memicu kontraksi otot rahim. Tingginya tingkat prostaglandin berhubungan dengan kram menstruasi yang lebih berat.


Kontraksi yang parah dapat menyempitkan pembuluh darah di rahim. Rasa sakit yang dihasilkan dapat dibandingkan dengan nyeri dada yang terjadi ketika pembuluh darah tersumbat hingga jantung kekurangan 'makan' dan oksigen.

Bila rasa nyeri yang terasa amat parah, patut diwaspadai sebagai suatu gejala penyakit. Berikut lima penyakit yang umum menjadi penyebab nyeri haid parah, seperti dilansir dari Mayo Clinic:

1. Endometriosis

Endometriosis merupakan penyakit kronik di mana jaringan endometrium yang terdapat di dalam rahim (uterus) ditemukan tumbuh di tempat lain dalam tubuh. Jaringan ini membentuk lesi endometrium yang sangat sering ditemukan pada indung telur dan semua organ di dalam panggul wanita.

Pertumbuhan jaringan tersebut dapat menyebabkan jaringan parut, yang dapat menghambat tuba fallopi, menghalangi telur dan sperma bertemu. Hal ini juga dapat memengaruhi lapisan rahim, mengganggu implantasi telur yang dibuahi. Kondisi ini juga bisa memengaruhi kesuburan dengan cara yang lebih langsung, seperti kerusakan pada sperma atau sel telur.

2. Fibroid rahim

Fibroid rahim adalah pertumbuhan non kanker di dinding rahim. Fibroid dapat terjadi dalam berbagai ukuran dari mikroskopis hingga sebesar semangka.

3. Adenomiosis

Adenomiosis adalah suatu kondisi di mana jaringan endometrium, tumbuh ke dalam dinding otot rahim. Kondisi tersebut paling mungkin terjadi pada akhir masa subur dan setelah memiliki anak.

Adenomiosis tidak sama dengan endometriosis, yang merupakan suatu kondisi di mana lapisan rahim berada di luar rahim. Meskipun perempuan dengan adenomiosis sering juga memiliki endometriosis.

4. Penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul adalah infeksi organ reproduksi perempuan yang biasanya disebabkan oleh bakteri menular seksual.

5. Stenosis serviks

Pada beberapa perempuan, pembukaan serviks mungkin sangat kecil sehingga menghambat aliran darah menstruasi, menyebabkan peningkatan tekanan yang menyakitkan dalam rahim.