Banyaknya Air Minum yang Dibutuhkan Anak Berdasarkan Usia

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Kamis, 22/01/2015 13:23 WIB
Banyaknya Air Minum yang Dibutuhkan Anak Berdasarkan Usia Ilustrasi air minum (Hyrma/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu cara untuk mengatasi obesitas pada anak adalah dengan mencukupi asupan cairan tubuhnya. Namun, yang terjadi saat ini, anak-anak justru kekurangan cairan.

(Baca juga: Minum Air Putih Terbukti Bisa Turunkan Berat Badan)

Dalam sebuah buku yang berjudul Pentingnya Hidrasi Bagi Anak Usia Sekolah dan Remaja, yang disusun oleh Budi Iman Santoso, Hardinsyah, Parlindungan Siregar, dan Sudung O. Pardede, menyebutkan bahwa anak sering minum dengan jumlah yang tidak cukup dan belum memenuhi kebutuhan harian yang dianjurkan.


Pada penelitian yang dilakukan oleh Hardinsyah dkk, menunjukkan bahwa jumlah kecukupan air pada remaja sangat rendah, akhirnya mereka pun mengalami kekurangan cairan.

Penelitian The Indonesian Hydration Regional Study (THRIST) yang dilakukan terhadap 604 remaja dari 6 kota di Indonesia juga menunjukkan bahwa 49,5 persen remaja mengalami kurang air tubuh.

Sayangnya, tidak ada takaran yang seragam dalam mengonsumsi air pada setiap orang. Padahal selama ini kita dianjurkan untuk minum dua liter air setiap harinya.

Dalam keadaan normal, seharusnya anak-anak mengonsumsi air sebanyak 10-15 persen dari berat badan. Hal ini berbeda dari orang dewasa yang membutuhkan sekitar 2-4 persen air mili liter dari berat badan.

Asupan air pada anak sebenarnya didasarkan pada kebutuhan metabolisme tubuh yang ternyata setiap anak memiliki laju yang berbeda-beda sesuai usia, berat badan, dan kondisi metabolik khusus, seperti lingkungan dan penyakit.

Berikut kebutuhan air pada anak berdasar usia:

  • Usia 0-4 hari: 50-80 mL/kgBB/hari
  • Usia 5-10 hari : 100-130 mL/kgBB/hari
  • 3 bulan: 140-160 mL/kgBB/hari
  • 6 bulan: 135-155 mL/kgBB/hari
  • 9 bulan: 125-135 mL/kgBB/hari
  • 1 tahun: 120-135 mL/kgBB/hari
  • 2 tahun: 110-120 mL/kgBB/hari
  • 4 tahun: 100-110 mL/kgBB/hari
  • 6 tahun: 85-100 mL/kgBB/hari
  • 10 tahun: 70-85 mL/kgBB/hari
  • 14 tahun: 50-60 mL/kgBB/hari
  • 18 tahun: 40-50 mL/kgBB/hari

Dari data di atas, semakin dewasa jumlah kebutuhan asupan cairan semakin berkurang. Hal ini disebabkan air pada anak-anak tidak hanya digunakan untuk mengganti air yang keluar melalui pernapasan, keringat, dan urine, tapi air juga diperlukan untuk pertumbuhan.

Ahli gizi, Hardinsyah, menganjurkan, untuk mengetahui apakah asupan cairan anak sudah cukup atau belum, bisa dilihat dari warna urinenya. "Kalau urinenya warna kuning, berarti dia kurang minum. Kalau cukup, urinenya jernih," katanya.