Si Roti Keong, Croissant Ternyata Bukan Asli Perancis

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Selasa, 03/02/2015 11:34 WIB
Si Roti Keong, Croissant Ternyata Bukan Asli Perancis Croissant (PublicDomainPictures/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di beberapa kafe di Jakarta, Anda pasti sering menemukan croissant. Biasanya croissant dihadirkan untuk sarapan. Roti pastry berulir ini disajikan sebagai roti manis atau dibuat seperti sandwich dengan berbagai isian, misalnya daging ham, selada, atau telur orak-arik.

Rotinya yang berlapis-lapis dan empuk membuat sensasi rasa tersendiri. Selama ini, Anda mungkin mengenal croissant sebagai roti keong atau roti khas Perancis. Nyatanya, roti cantik dan harum ini 'tak lahir' di Perancis.

Anda mungkin berpikir bahwa croissant, pastrynya para dewa ini datang bersama dengan ide jenius baker Perancis, yaitu macaron. Dilansir dari Huffington Post, sebenarnya, croissant adalah keturunan Austria. Roti ini diciptakan oleh seorang perwira artileri Austria di abad 17, Augustus Zang.


Meskipun asal Austria, namun roti ini juga ada 'darah' Perancis-nya.  Croissant dipercaya juga sebagai adaptasi dari kipferl dari Austria. Kipferl merupakan sejenis kue berbentuk bulan sabit yang cukup besar. Kala itu, Zang mendirikan sebuah toko roti, Viennese Bakery (Boulangerie Viennoise) di Paris, Perancis.

Toko roti ini memiliki spesialisasi berupa kipferl dan Vienna loaf. Roti ini menjadi terkenal dan banyak yang ingin menirunya. Baik dari jenis pastry, konsep sampai gaya pastry ala Vienna. Kipferl versi Perancis inilah yang disebut sebagai croissant.

Pastry ini diperkenalkan kepada publik Perancis pada abad ke-18. Ratu Marie Antoinette memberi izin kepada warga Perancis untuk menyantap croissant. Banyaknya warga Perancis yang menyantap roti ini, membuat lambat laut roti ini dikenal dari negeri yang dikenal dengan menara Eiffelnya.

Dari tahun ke tahun, resepnya mengalami perubahan. Dan roti yang disantap sekarang ini merupakan resep yang sama dengan croissant yang dibuat di tahun 1900-an.

(chs/mer)