Gingerol, Senyawa Ajaib Jahe untuk Turunkan Berat Badan

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Sabtu, 11/04/2015 14:40 WIB
Gingerol, Senyawa Ajaib Jahe untuk Turunkan Berat Badan Jahe bisa membantu menurunkan berat badan (Thinkstock/Wavebreakmedia Ltd)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jahe adalah salah satu rempah yang banyak digunakan dalam makanan Indonesia. Selain digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan dan minuman, jahe juga terkadang digunakan sebagai bahan tambahan untuk membantu penurunan berat badan secara alami.

Mengonsumsi suplemen jahe atau menyeruput hangatnya teh jahe konon berguna untuk menekan nafsu makan. Selain itu, rempah ini juga diklaim bisa mempercepat pembakaran lemak. Penelitian tentang pengobatan alternatif lainnya pun menunjukkan bahwa jahe juga bisa membantu menurunkan berat badan dengan cara merangsang kelancaran sistem pencernaan.

Di dalam jahe mengandung senyawa aktif yang bisa memengaruhi kesehatan. Senyawa ini termasuk gingerol, zat yang sebelumnya dikenal dan sudah terbukti untuk mengurangi peradangan. Dilansir dari About.com, gingerol ternyata juga kemungkinan besar memiliki efek antiobesitas.


Gingerol dianggap mirip dengan senyawa capsaicin, senyawa yang biasa ditemukan dalam cabai. Senyawa ini memang dikenal untuk mengekang nafsu makan dan meningkatkan themogenesis.

Studi awal dilakukan pada tahun 2012 lalu dan diterbitkan dalam jurnal Metabolism. Dalam studi, 10 orang obesitas diminta untuk mengonsumsi dua gram bubuk jahe yang dilarutkan dalam air panas saat sedang sarapan. Hasil penelitian menunjukkan jahe akan membantu meningkatkan thermogenesis (proses biologis yang terlibat dalam pembakaran kalori) dan juga mengurangi rasa lapar.

Selain itu, sejumlah studi berbasis hewan juga telah menunjukkan bahwa jahe dapat membantu melindungi diri dari obesitas. Salah satunya diterbitkan dalam Journal of Science of Food and Agriculture tahun 2014 lalu.

Penelitian ini menguji efek gingerol pada hewan obesitas yang diberi diet tinggi lemak. Setelah satu bulan 'pengobatan' dengan gingerol, hewan ini menunjukkan penurunan berat badan yang signifikan dalam berat badan dan kadar gula darah.

Para peneliti mencatat bahwa jahe dapat membantu melawan penumpukan lemak dengan cara memperlambat penyerapan lemak di usus.

Meski demikian, jahe bisa menghasilkan efek samping yang ringan pada manusia, misalnya mulas, diare dan ketidaknyamanan di perut. Bagi perempuan, konsumsi jahe juga akan meningkatkan perdarahan menstruasi.

Selain itu, ada kekhawatiran lain bahwa penggunaan jahe memiliki potensi berbahaya bagi beberapa orang. Beberapa orang itu adalah orang yang memiliki gangguan perdarahan atau menggunakan obat tertentu yang merangsang risiko perdarahan, seperti warfarin, clopidogrel, aspirin, NSAID (ibuprofen), bawang putih, vitamin E dan ginkgo biloba.



(chs/mer)