Biran menjelaskan, orang gemuk berarti memiliki berat badan berlebih. Kelebihan berat badan ini diakibatkan adanya timbunan lemak di dalam tubuh.
"Yang dia makan lebih banyak dari yang dia pakai. Artinya dia menimbun lemak," ujarnya. Pada akhirnya, lemak ini akan memengaruhi hormon dalam tubuh, termasuk hormon ovulasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait fakta tersebut, Biran pun mengungkapkan sebuah penelitian yang mendukung pernyataannya. "Pada penelitian ditemukan kalau orang yang gemuk kalau hamil lebih banyak masalahnya. Banyak berkunjung ke dokter atau banyak keluhan," kata Biran.
Tak hanya orang gemuk yang akan mengalami masalah pada kandungannya. Orang dengan berat badan di bawah berat proporsional pun, alias kurus, akan mengalami gangguan kehamilan. "Energi untuk membuat ovulasi juga berkurang," ujar Biran menjelaskan.
Biran pun mengimbau para perempuan untuk memiliki berat badan proporsional saat ia hamil. Hal ini demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terhadap janin.
(utw/utw)