Ibu Mati Suri Saat Persalinan dan Tidak Ingat Melahirkan Bayi

Windratie, CNN Indonesia | Selasa, 21/04/2015 17:15 WIB
“Saya mencoba membuat segalanya masuk akal, saya tidak tahu jika saya pernah hamil atau baru melahirkan.” Perempuan 41 tahun itu terbangun empat hari kemudian tanpa ingatan bahwa dia hamil, atau melahirkan Felix beberapa hari sebelumnya. (Getty images/ cameron Whitman/thinkstockphotos.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang ibu mengalami mati suri selama sebelas menit ketika melahirkan anaknya. Dia terbangun empat hari kemudian tanpa ingatan pernah hamil atau melahirkan bayinya.

Hilary Wilson, dari kota Whitchurch di Inggris, secara teknis sudah wafat selama sebelas menit yang mengerikan. Dia mengalami serangan jantung parah saat melahirkan putranya Felix.

Perempuan 41 tahun itu terbangun empat hari kemudian tanpa ingatan bahwa dia hamil, atau melahirkan Felix beberapa hari sebelumnya. Baru ketika dia melihat gambar bayi barunya yang memakai baju warisan anaknya yang lain, dia sadar bahwa bayi itu adalah putranya.


Ibu tiga anak itu lolos dari maut, dan mengalami pemulihan luar biasa. Padahal, Hilary hanya punya 30 persen peluang bertahan hidup, dan 85 persen kemungkinan otaknya akan rusak.

Hilary yang sehari-hari bekerja sebagai penerjemah itu berkata, “Ketika saya bangun, teman-teman dan keluarga berbicara tentang Felix. Tapi saya tidak tahu apa yang mereka maksud.”

“Saya mencoba membuat segalanya masuk akal, saya tidak tahu di mana saya berada atau apa yang terjadi. Saya tidak tahu jika saya pernah hamil atau baru melahirkan.”

Sampai suatu ketika, adik Hilary menunjukkan gambar Felix. Beberapa hal dengan sangat lambat mulai diingatnya.

Anak tertua Hilary, Sebastian (6), dan Lucas (4) mengenakan baju bayi berwarna putih dengan pinggiran biru saat mereka baru lahir.

“Felix mengenakannya di dalam gambar. Jadi saya pikir dia pasti anak saya,” kata Hilary. “Saya tahu tidak ada orang lain yang memilikinya (baju bayi tersebut). Jadi ketika saya melihatnya memakai itu, saya pikir dia pasti anak saya.”

Hilary berkata, dia membuat keputusan dengan sadar untuk memercayai apa yang berusaha diyakinkan orang lain kepadanya, “meskipun saya tidak yakin akan menerimanya dulu,” katanya.

Dia menambahkan, “Ketika saya bertemu dengannya waktu dia berusia enam hari, saya tidak benar-benar merasa dia adalah anak saya. Saya tidak tertarik memegangnya. Saya bahagia ibu saya memberikan pelukan kepadanya, bukan saya.”

Ikatan dengan Felix

Sampai akhirnya Hilary merasa cukup sehat kembali ke bangsal bersalin dan menyusui Felix. “Saya merasa ada ikatan dengannya.”

“Perlahan-lahan, kenangan samar-samar ketika hamil dan melahirkan kembali. Secara bertahap saya mulai merasakan naluri untuk merawatnya.”

Nyonya Wilson mengalami kondisi medis yang disebut emboli air ketuban. Pada kondisi ini, cairan ketuban, cairan di dalam kantung tempat bayi tumbuh, masuk ke aliran darah ibu.

Kondisi tersebut menyebabkan kejang, koma, dan serangan jantung, di mana aktivitas listrik di jantung menjadi kacau dan tiba-tiba berhenti memompa darah ke seluruh tubuh.

Hilary menjalani persalinan selama 12 jam, sampai dokter memutuskan untuk melakukan operasi caesar. Saat bayi  Felix, yang kini berusia sembilan bulan, diangkat dari rahim, Hilary mengalami serangan jantung.

Dia berkata, “Saya hanya ingat merasa sakit. Beberapa detik kemudian, saya mendapat serangan jantung. Mereka melakukan CPR selama sebelas menit, adrenalin disuntikkan ke dalam tubuh Hilary.

“Saya kehilangan 4/5 darah saya. Saya harus menjalani transfusi darah dan dibantu oleh mesin penyokong hidup.”

Empat hari kemudian, Hilary terbangun, dia tidak ingat apa yang terjadi padanya.

(win/mer)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK