Namun, remaja berambut merah yang berasal dari West Sussex, Inggris, ini tak pernah malu dengan kondisinya. Ia pun berbagi kisah hidupnya dengan dunia dalam upaya menyingkirkan stigma buruk pada orang-orang yang hidup dengan stoma — lubang operasi yang diciptakan di dalam usus — dan kantong ostomy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hattie dirawat di rumah sakit pada 26 Januari tahun ini meskipun ia sudah lama menderita masalah dengan kesehatannya, setelah kondisi peradangan usus yang salah diagnosa.
“Saya dilarikan ke rumah sakit dengan dugaan usus buntu, tapi setelah dua kali gagal kolonoskopi, usus buntu saya keluar dan rasanya sakit luar biasa. Saya akhirnya menjalani operasi darurat untuk membuat stoma,” katanya pada Daily Mail.
“Penyebabnya ternyata ulcerative colitis, tapi gejalanya telah menipu selama bertahun-tahun,” katanya melanjutkan.
Ulcerative colitis adalah kondisi jangka panjang di mana usus besar dan rektum meradang. Yang menjadi sangat buruk bagi Hattie, ia harus mengangkat ususnya dan kantong ileostomy dipasang di usus kecilnya. Kantong ostomy di perut Hattie akan mengumpulkan kotoran dari tubuhnya yang telah dialihkan melalui stoma.
“Pada awalnya, saya takut tidak bisa hidup normal. Saya takut apa yang akan dipikirkan orang, dan bagaimana saya bisa terus menyembunyikannya,” ujarnya bercerita. “Selama beberapa minggu pertama, saya tidak mampu melihat ke perut tanpa ingin menangis.”
Tapi Hattie tak membiarkan rasa takut itu menghantui hidupnya terlalu lama. “Beberapa minggu setelah operasi, saya memutuskan hal terburuk yang bisa saya lakukan untuk diri sendiri adalah menyembunyikan pengalaman traumatis. Stoma adalah bagian dari diri saya yang telah menyelamatkan hidup saya, dan saya tidak punya alasan untuk malu.”
Hattie pun berencana untuk melanjutkan blognya yang disponsori oleh SecuriCare Medical dan clinimed.co.uk, untuk meningkatkan kesadaran dan mengakhiri stigma pada penderita Inflammatory Bowel Disease (IBD) dan ostomy.
(mer/mer)