Di Mana Laksa Terlezat di Dunia Tersembunyi di Jakarta?

Windratie, CNN Indonesia | Minggu, 26/04/2015 09:32 WIB
Di Mana Laksa Terlezat di Dunia Tersembunyi di Jakarta? Laksa adalah salah satu masakan khas Betawi, yang semakin jarang kita temui. (Thinkstock/szefei)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mungkin warga Jakarta sendiri banyak yang tidak mengenal kuliner Betawi. Dibandingkan makanan lain seperti masakan Padang atau Manado, kuliner Betawi seperti terjajah di tanah kelahirannya sendiri.

Menurut pemerhati kuliner Indonesia Bondan Winarno, kuliner Betawi memang sudah semakin terpinggirkan. Sulit sekali mencari makanan Betawi asli di Jakarta, jika tidak di daerah pinggiran.

“Orang kenalnya nasi uduk, nasi uduk sih bukan makanan Betawi, lebih baik nasi ulam kalau kita mau tampilkan kuliner betawi,” kata Bondan, saat ditemui di sebuah acara peresmian pekan kuliner di Pondok Cabe, Tangeran Selatan, pekan ini.


Lagi-lagi Bondan menekankan akan pentingnya kesadaran menjaga warisan kuliner Indonesia. “Bahkan orang Betawi saja enggak tahu pernah ada ketupat babanci karena sekarang di mana-mana enggak ada.”

Tapi untungnya kuliner Betawi seperti sayur besan masih ada. “Dia mirip lodeh tapi jauh lebih mewah dari lodeh,” kata Bondan tentang sayur Babanci. Di dalamnya terdapat kentang dan telur terubuk, sejenis sayur yang bentuknya seperti bunga tebu.

“Sekarang nyari telur terubuk susah. Kenapa susah? Karena enggak ada orang beli. Tapi saya tahu di (pasar) Mayestik ada satu orang yang konsisten setiap hari jualan sayur terubuk itu.”

Makanan Betawi lain yang tiada tanding kelezatannya menurut Bondan adalah sayur laksa.

“Laksa Betawi menurut saya the best dari semua laksa, menurut saya. Bahkan kalau saya mau bilang laksa paling enak di dunia itu tempatnya di Gang Assirot di Kebayoran Lama. Itu the best.”

Di Singapura, ada satu jalan bernama Katong Laksa. Di sana, berkumpul semua laksa terkenal di Singapura. Semua orang yang mencari kelezatan laksa Singapura, Katong Laksa lah tempatnya.

Namun, menurut Bondan, laksa di sana masih kalah dari laksa betawi yang kita punya. “Enggak ada apa-apanya kalau dibandingkan laksa Gang Assirot. Rasa ebi dalam kuahnya, itu benar2 enggak pernah mengecewakan saya kalau saya beli,” kata Bondan.


(win/win)