Alasan Pak Bondan Jago Menilai Masakan 'Maknyus'

Windratie, CNN Indonesia | Minggu, 26/04/2015 15:18 WIB
Alasan Pak Bondan Jago Menilai Masakan 'Maknyus' Pakar kuliner Bondan Winarno mengatakan betapa pentingnya organisasi Pramuka untuk mengajarkan anak-anak memahi rempah-rempah dapur. (Agung Pambudhy/Detikcom)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kita bisa mendapatkan pengalaman dari mana saja untuk dapat memahami masakan. Misalnya, seorang anak bisa sangat terinspirasi dari ibunya atau resep warisan sang nenek.

Lidah seseorang akan teruji lewat pengalaman rasa yang melintas di indra pengecapnya. Namun, kemampuan tersebut harus didasari dulu oleh pemahaman akan bahan-bahan masakan. Perbedaan rasa dan aroma setiap bumbu dapur yang unik tentu tidak sembarang bisa didapat.

Pakar kuliner Indonesia Bondan Winarno bercerita tentang dari mana dia mengerti tentang semua cita-rasa masakan. Bondan bercerita, organisasi pramuka yang dia ikuti saat kecil membuatnya paham tentang rempah-rempah dapur.


“Saya mengerti darimana makanan-makanan ini sebetulnya dari kepanduan, pramuka,” katanya saat ditemui di sebuah acara pusat kuliner di kawasan Pondok Cabe pekan ini. Bondan mengatakan, dia sangat mengagumi sosok Bapak Pramuka Sedunia Robert Baden Powel.

“Baden Powell seorang letnan jenderal dalam ketentaraan Inggris, dan dia dari cabang intelijen (dinas rahasia), di situ dia melahirkan kepanduan.”

Menurut Bondan, Baden Powell mengajari anak-anak sebetulnya untuk belajar menjadi cerdas. “Bukan memata-matai, tapi untuk menjadi intelligent, menjadi pintar.” Dia pun teringat ada sebuah permainan di kepramukaan.

Permainan tersebut, misalnya, menebar dua puluh barang. Dalam waktu yang ditentukan para anggota pramuka diminta untuk mengingat-ingat benda tersebut, dan menebaknya kembali setelah barang tersebut ditutup.

Ada juga permainan pramuka yang melatih ketajaman indra penciuman. Semua permainan tersebut mencerdaskan anak-anak. “Jadi sekarang saya tahu kalau mencium, oh ini ketumbar. Sekalipun bentuknya kaya lada, tapi aromanya ketumbar.

“Waktu saya cicipi saya juga tahu, ini ketumbar bukan lada. Ini jintan bukan adas.” Jika anak-anak diajarkan hal tersebut, Bondan yakin, jika anak-anak Indonesia akan menjadi pintar. “Tahu bedanya lengkuas dengan jahe.”


(win/win)