Bagaimana Pikiran Anda Bisa Percepat Pertumbuhan Tumor Otak?

Windratie, CNN Indonesia | Kamis, 30/04/2015 08:16 WIB
Bagaimana Pikiran Anda Bisa Percepat Pertumbuhan Tumor Otak? Tumor otak sering menyebar ke korteks serebral, yaitu lapisan luar terlipat di otak yang membantu seseorang memahami dunia, membentuk pikiran sadar, dan penggunaan bahasa. (Getty images/ pixologicstudio/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Apa yang dipikirkan seseorang dapat meningkatkan pertumbuhan tumor otak yang mematikan, berdasarkan sebuah studi baru. Para ilmuwan menemukan, high-grade glioma, jenis tumor otak yang paling fatal, ukurannya bertambah dengan meniru proses penciptaan pengalaman.  

Tumor ini sering menyebar ke korteks serebral, yaitu lapisan luar terlipat di otak yang membantu seseorang memahami dunia, membentuk pikiran sadar, dan penggunaan bahasa.

Di sini, mereka membajak proses yang dikenal sebagai mielinasi, yang menciptakan lapisan pelindung di sekitar serat saraf, memungkinkan mereka membawa pengalaman lebih cepat. Lewat percobaan tikus, para peneliti menemukan, tumor otak tumbuh lebih cepat ketika mereka lebih dekat ke sel-sel saraf yang sangat aktif ini.


Sangat jarang fungsi utama organ mendorong pertumbuhan tumor di dalamnya, kata Michelle Monje, asisten profesor neurologi di Fakultas Kedokteran Universitas Stanford, seperti dilansir dari laman resminya.

“Kami tidak berpikir tentang produksi empedu yang mendorong pertumbuhan kanker hati, atau bernapas yang mendorong berkembangnya kanker paru-paru,” katanya.

“Tapi kami melihat fungsi otak mendorong kanker otak ini.”

High-grade glioma adalah penyebab utama kematian anak-anak dan orang dewasa karena tumor otak. Tingkat bertahan hidup pengidap tumor otak meningkat sedikit dalam tiga puluh tahun terakhir. “Secara klinis, memerangi high-grade glioma mirip seperti melawan kebakaran hutan,” kata Monje.

Tim peneliti mengidentifikasi protein spesifik, yang disebut neuroligin-3, yang bertanggung jawab pada meningkatnya pertumbuhan tumor yang berhubungan dengan pengalaman di korteks serebral.

Dalam jaringan sehat, neurologin-3 membantu mengarahkan pembentukan dan aktivitas sinapsis, berperan penting terhadap kemampuan otak memperbaiki dirinya sendiri. Namun, studi baru menunjukkan, bentuk neurologin-3 yang disekresikan meningkatkan pertumbuhan tumor.

“Kelompok tumor meniru mekanisme dasar neuroplastisitas,” kata Monje.

Dalam percobaannya, tim peneliti menanamkan sel kanker manusia ke korteks serebral tikus dengan protein yang sensitif terhadap cahaya. Setelah tumor tertanam, neuron dekat tumor diaktifkan dengan cahaya.

Para ilmuwan kemudian membandingkan pertumbuhan tumor, antara tikus dan kelompok yang dikontrol, dengan tumor yang ditanamkan tetapi tanpa aktivasi saraf. Peningkatan ukuran tumor pada tikus yang menerima rangsangan menggunakan cahaya mengungkap, aktivitas otak mengaktifkan tumor otak.

Secara teoritis dokter dapat memperlambat pertumbuhan tumor menggunakan obat penenang yang mengurangi aktivitas mental. Namun, ada implikasi etis serius dalam perawatan ini.

Tim peneliti berharap karya mereka dapat mengembangkan obat yang secara khusus memblokir kegiatan tumor yang merangsang neurologin-3.




(win/mer)