Mual Muntah Ekstrem Ibu Hamil dan Gangguan Neurologis Anak

Windratie, CNN Indonesia | Kamis, 23/04/2015 11:02 WIB
Serangan mual dan muntah, dalam lima minggu pertama kehamilan, secara signifikan terkait dengan kemungkinan anak mengalami keterlambatan perkembangan. Anak yang terpapar ibu dengan kondisi morning sickness saat dalam kandungan, tiga kali lebih mungkin mengalami gangguan perhatian dan sensori. (Getty Images/ Thinkstock/LarsZahnerPhotography)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anak-anak yang lahir dari ibu yang menderita mual dan muntah selama kehamilan lebih mungkin mengalami gangguan perkembangan neurologis, menurut penelitian di Amerika Serikat, seperti dilansir dari laman Reuters.

Dibandingkan dengan anak dari perempuan yang tidak mengalami mual-mual di pagi hari (morning sickness), dalam istilah medis disebut hiperemesis gravidarum, anak yang terpapar kondisi tersebut saat dalam kandungan, tiga kali lebih mungkin mengalami gangguan perhatian dan sensori.  

Bukan itu saja, anak tersebut juga lebih mungkin didiagnosis dengan keterlambatan belajar dan bahasa pada usia delapan tahun, berdasarkan laporan peneliti.


Serangan mual dan muntah, dalam lima minggu pertama kehamilan, secara signifikan terkait dengan kemungkinan anak mengalami keterlambatan perkembangan.

Kendati, para peneliti tidak dapat secara tepat menjelaskan mengapa mual ekstrem ibu hamil bisa memengaruhi anak setelah kelahiran, penulis utama penelitian tersebut mengatakan, hal tersebut terkait dengan pengaruh gizi terhadap perkembangan awal embrio dan janin.

“Apa yang kita temukan, gejala awal tampaknya meningkatkan risiko,” kata Marlena Fejzo dari Universitas California, Los Angeles dan Universitas Southern California.

“Teori ini mengatakan, perempuan yang mengalami gejala awal (morning sickness) mengalami kekurangan gizi dan dehidrasi, dan itu mengarah ke masalah tersebut.”

Hiperemesis gravidarum sangat jarang, berdasarkan catatan Fejzo dan rekan penelitinya yang diterbitkan dalam European Journal of Obstetrics and Gynecology and Reproductive Biology.

Penelitian sebelumnya memperkirakan rata-rata kasus morning sicknes di dunia, dari 0,3 persen kehamilan di Swedia sampai hampir 11 persen di Swedia.

Lebih dari 285 ribu perempuan di Amerika Serikat di rawat di rumah sakit akibat kondisi tersebut, kata para peneliti. Kondisi ini mendapat perhatian pada 2012. Saat itu Kate, the Dutchess of Cambridge, istri Pangeran William, dirawat di rumah sakit karena hiperemesis gravidarum saat hamil anak pertama.

Pada Oktober 2014, kantor resmi Kerajaan Inggris menegaskan bahwa Kate mengalami kondisi itu lagi di awal kehamilan keduanya. Fejzo mengatakan, kondisi hiperemesis gravidarum ekstrem, salah satu indikatornya adalah perempuan kehilangan lima persen lebih berat badan mereka karena mual dan muntah, katanya.

(win/mer)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK