Kepedulian yang terus meningkat terhadap kesehatan, kesejahteraan hewan, serta biaya lingkungan untuk peternakan, adalah alasan kenapa mereka kian gencar menghapus daging dalam menu makanan.
Konsumsi daging di sebagian negara maju stabil, bahkan menurun. Namun, seperti dilansir dari laman Reuters, pergeseran mencolok terjadi di Jerman, negara produsen daging babi terbesar di Eropa serta tempat bagi 1500 jenis sosis termasuk sosis fovorit Curry-Wurst di Berlin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, konsumsi daging secara keseluruhan menurun tahun lalu menjadi 60,1 kilogram per orang dari 62,8 pada 2011. Kendati masih jauh di atas rata-rata konsumsi global, jumlah tersebut masih sekitar setengah dari konsumsi daging rata-rata di Amerika Serikat.
Tren ini kemudian berlanjut di negara dengan komunitas vegetarian kecil tetapi terus berkembang ini. Perusahaan data pasar Euromonitor memperkirakan konsumsi daging segar di Jerman akan jatuh sekitar 2,9 persen pada 2019, setelah turun 1,2 persen pada 2014, penurunan terbesar yang tercatat di dunia terlepas dari resesi yang menyerang Yunani.
“Orang-orang lelah dengan banyaknya skandal, dan ada perhatian besar terhadap perlakukan hewan, serta apa efek makanan yang saya konsumsi pada bagian lain dunia,” kata Christina Chemnitz, ahli pertanian di Heinrich Boell Institute, tim pemikir untuk masalah lingkungan di Jerman.
Kekhawatiran penduduk Jerman kian meluas, dari antibiotik dalam daging serta efek besar peternakan terhadap penebangan hutan hujan untuk menumbuhkan ladang tanaman pangan untuk menggemukkan hewan ternak.
Sekitar 50 ribu orang turun ke jalan di Berlin pada Januari lalu. Mereka menginginkan kondisi yang lebih baik untuk hewan dan melewan organisme hasil rekayasa genetika di bidang pertanian. Teknologi ini digunakan untuk memproduksi biji-bijian pakan ternak.
Jumlah vegetarian di Jerman meningkat dua kali lipat jumlahnya dalam tujuh tahun terakhir. Sekarang menjadi sekitar 3,7 persen dari populasi. Sementara, hasil survei menunjukkan, 60 persen warga Jerman bersedia mengurangi konsumsi daging mereka, terutama karena khawatir akan kesehatan dan kesejahteraan hewan.
Industri makanan di Jerman ikut merespons. Mereka menawarkan pilihan makanan vegetarian dan vegan lebih banyak. Rantai supermarket terbesar di Jerman, Edeka, baru saja meluncurkan Vegithek di 50 tokonya. Mereka menjual sosis dan schnitzel dingin tanpa olahan daging.
Hal ini diikuti pengecer terkemuka lain, yang berjanji membayar 4 sen per kilogram daging yang mereka jual untuk dana mempromosikan kondisi hewan yang lebih baik.
(win/mer)