"Semakin jenuh lemak, akan semakin tinggi potensi pembentukan kolesterol jahat. Memilih minyak dengan kandungan lemak tak jenuh yang lebih banyak tentu menjadi sangat penting," ujar Fiastuti dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Fiastuti mengatakan bahwa lemak tak jenuh dapat berubah menjadi lemak jenuh jika dipanaskan dengan suhu tinggi.
"Oleh karena itu, sebaiknya minyak tidak digunakan untuk menggoreng atau deep frieding, cara menggoreng dengan minyak yang banyak dan temperatur tinggi," kata Fiastuti.
Selain itu, minyak kanola mengandung vitamin E yang tinggi. Kanola merupakan minyak terkaya asam lemak omega-3 yang sangat baik bagi kesehatan jantung.
Minyak kanola sendiri merupakan hasil ekstraksi bunga kanola. Kembang ini biasanya tumbuh di wilayah empat musim, seperti di negara-negara Eropa dan Amerika.
(mer/mer)