Tiga Genangan Air yang Tak Disadari Jadi Favorit Nyamuk DBD

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Minggu, 05/07/2015 10:20 WIB
Tiga Genangan Air yang Tak Disadari Jadi Favorit Nyamuk DBD ilustrasi (Bryan Reynolds/Flickr)
Jakarta, CNN Indonesia -- Prof. Tjandra Yoga Aditama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, menyarankan setiap keluarga untuk menjaga kebersihan rumahnya. Menjaga kebersihan ini termasuk menjaga kebersihan rumah dari nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk tersebut merupakan nyamuk penyebab demam berdarah.

Berdasarkan penelitian yang dilakukannya bersama dengan tim Balitbangkes di beberapa daerah di Indonesia, ia menemukan fakta bahwa 30-50 persen rumah yang dikunjungi ternyata ada jentik nyamuknya.

"Harusnya, paling banyak hanya 10 persen rumah di suatu daerah yang ada jentiknya. Tentu idealnya harusnya nol persen, jangan ada rumah yang ada jentiknya sama sekali," katanya dalam pernyataan yang diterima CNN Indonesia.


Dengan persentase ini, dikatakannya kemungkinan serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) ‎jadi besar.

Ironinya, pemilik rumah mengaku sudah melakukan upaya untuk menghilangkan jentik nyamuk. Salah satunya adalah dengan mengosongkan bak air secara berkala. Sayang upaya ini belumlah cukup.

"Yang kita lupakan adalah, bahwa walau bak sudah kosong, tapi di dinding bak sudah terlanjur ada telur nyamuk, dan bila bak diisi air maka telur akan menetas dan jadi nyamuk kembali," ucapnya.

"Artinya, tidak cukup hanya mengosongkan bak, tapi dinding bak harus disikat, supaya telur nyamuk hilang."

Selain itu, ia menambahkan, tim penelitinya juga cukup sering menemukan jentik nyamuk di bawah tempat meletakkan gelas dispenser. "Tampaknya air yang turun dari keran dispenser sebagian jatuh ke bawah alas itu, didiamkan disitu oleh pemiliknya, dan tumbuhlah jentik nyamuk Aedes penular DBD."

Yang harus diperhatikan, jentik nyamuk ini juga bisa berkembang di air rendaman batu akik.



(chs/mer)