Apa Sebetulnya Fungsi Klorin dalam Pembalut?

Windratie, CNN Indonesia | Rabu, 08/07/2015 18:27 WIB
Menurut M. Nurhadi Rahman, Ketua Asosiasi Ginekolog, sebetulnya ada dua hal yang harus diketahui mengapa klorin atau dioksin ada dalam pembalut. Klorin dipakai dalam proses awal pemutihan pembalut. (Getty images/ MamaMiaPL/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengumuman Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) tentang sembilan pembalut yang mengandung klorin tak ayal membuat masyarakat resah. Apalagi, dapat dikatakan seluruh merek yang disebutkan secara gamblang oleh YLKI tersebut akrab dengan konsumen perempuan di Indonesia.

Tanpa informasi yang pasti mengenai kandungan klorin dalam pembalut, masyarakat menangkap informasi tidak seimbang mengenai fungsi klorin pada pembalut. Menurut M. Nurhadi Rahman, Ketua Asosiasi Ginekolog, sebetulnya ada dua hal yang harus diketahui mengapa klorin atau dioksin ada dalam pembalut.

“Klorin dipakai dalam proses pemutihan awal pembalut,” kata Nurhadi. Menurutnya, proses pembuatan pembalut yang memakai campuran kapas dan rayon menghasilkan warna yang agak jelek sehingga diperlukan proses pemutihan yang memakai klorin.


Nurhadi mengatakan, ada dua jenis proses pemutihan dengan klorin yang dipakai. “Yang pertama, proses yang memakai klorin untuk memutihkan, dan yang kedua adalah proses yang free klorin untuk memutihkan,” ucapnya saat dihubungi oleh CNN Indonesia pada Rabu (8/7).

Proses pemutihan yang bebas klorin sendiri terbagi lagi menjadi dua, kata Nurhadi menjelaskan. Yang pertama adalah elemental chlorine-free. “Pada proses pemutihan ini bebas klorin, tapi tetap ada kandungan klorin dalam tingkat rendah.”

Proses pemutihan bebas klorin kedua adalah totally free chlorine bleaching. “Yakni pemutihan yang benar-benar bebas klorin,” ucap Nurhadi melanjutkan.

Di Amerika Serikat, pemutihan pembalut bebas klorin yang dibolehkan oleh badan kesehatan Food and Drug Administration (FDA) adalah elemental chlorine-free. “Yang dibolehkan oleh FDA adalah yang (pembalut) bebas klorin tapi elemental.”

Artinya, Nurhadi menambahkan, pembalut yang dipakai di Amerika adalah pembalut yang bebas klorin, tapi tetap memiliki kadar klorin yang sangat kecil. “Pembalut mereka bebas klorin tapi tetap memiliki kandungan klorin yang kecil sekali, yaitu 0,1 sampai 1 dari satu triliun dioksin klorin,” ucapnya.

Kandungan tersebut dikatakan bebas, tapi masih ada, ujar Nurhadi.

Apakah di Indonesia memakai standar yang sama, Nurhadi mengaku tidak mengetahuinya. “Namun, jika masih beredar kadar klorin dalam pembalut yang menyalahi aturan, itu berarti menyalahi standar yang ditetapkan dari BPOM,” katanya mengungkapkan.

(win/mer)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK