Penyakit-penyakit yang Bisa Menular Lewat Dudukan Toilet

Masyaril Ahmad, CNN Indonesia | Selasa, 28/07/2015 11:42 WIB
Penyakit-penyakit yang Bisa Menular Lewat Dudukan Toilet Ilustrasi (Thinkstock/Hope Milam)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banyak orang takut duduk di atas toilet, apalagi jika sedang berada di tempat umum. Pasalnya, toilet umum digunakan oleh banyak orang dan dipercaya dapat menularkan berbagai penyakit. Benarkah demikian?

Survei di Inggris tahun 1991 dilakukan pada 528 perempuan yang menggunakan toilet di klinik dokter kandungan. Hasilnya, ilmuwan menemukan fakta bahwa 85 persen dari mereka membungkuk saat kencing di toilet, 12 persen mengalasi tempat duduk dengan tisu, dan 2 persen lainnya langsung duduk.

Namun penyakit apa yang sebenarnya dapat kita temukan di dalam toilet?


Secara teori memang banyak penyakit yang berasal dari tempat duduk toilet. Namun sebenarnya, risiko tempat duduk toilet relatif rendah dibandingkan dengan banyak tempat berkuman lainnya.

Kecemasan berlebihan yang harus segera dihentikan, seperti ketika duduk di atas kursi toilet dapat menularkan penyakit kelamin. Hal itu tak benar adanya, belum pernah ada bukti medis yang mengatakan bahwa penyakit kelamin dapat menular dari tempat duduk toilet. Tapi memang ada banyak alasan kenapa mitos tersebut masih dipercaya dari generasi ke generasi.

Hampir semua orang masih beranggapan bahwa penyakit kelamin dapat menular dengan cara yang kuno seperti itu. Mereka mengira bekas toilet yang digunakan dapat menginfeksi vagina atau anus.

Hal itu memang benar adanya jika kita kaitkan dengan kutu loncat. Kutu dapat meloncat dari handuk ke pakaian. Karena kutu-kutu itu merasa kedinginan, dan kutu membutuhkan kehangatan dari manusia dan mengalami kesulitan untuk bertahan hidup.

Namun kaki mereka tercipta tak bisa berjalan di atas porselen. Di sisi lain, permukaan keras seperti porselen pada tempat duduk toilet dapat menampung bakteri dan virus lainnya, kadang-kadang virus itu dapat bertahan sampai berhari-hari.

Banyak studi telah menguji kebersihan toilet-toilet yang ada di rumah sakit. Mereka menemukan banyak bakteri berbahaya di atas tempat duduk toilet, termasuk staphylococcus (salah satu dari ‘bakteri pemakan daging’), norovirus (bakteri jenis serangga yang biasa terdapat di kapal), E. coli, shigella, dan streptococcus. Secara teori bahkan Ebola juga bisa ditemukan dari toilet. Mikroba-mikroba itu berasal dari tinja atau muntahan.

Lebih mengkhawatirkan lagi, toilet modern yang dapat menyiram kotoran dengan semprotan yang nyaris tak terlihat.

Tisu antiseptik yang mudah dibeli dalam bentuk ukuran saku telah terbukti mengurangi lebih dari lima kali lipat kuman yang ada pada permukaan tempat duduk toilet. Bahayanya memang berkurang, kecuali kuman-kuman itu telah mengendap ke tangan kemudian masuk mulut, hidung atau mata.

Mencuci tangan dengan air dan sabun adalah cara pertahanan terbaik. Tetapi studi menunjukkan bahwa banyak permukaan lainnya dari kamar mandi yang berkuman seperti, pemegang flush, kait pintu toilet, pegangan keran, bahkan pengering tangan disebut lebih berkuman dari tempat duduk toilet.

Bagaimanapun, masih banyak tempat lain dari toilet yang juga dipenuhi oleh mikroba. Termasuk spons alat cuci dapur, peralatan bermain, tikar gym, remote kontrol, dan keyboard komputer.



(mer)