Dapatkah Teknologi Kedokteran Memindahkan Otak Manusia?

Windratie | CNN Indonesia
Senin, 10 Aug 2015 18:09 WIB
Ahli bedah saraf Eka Julianta Wahjoepramono mengatakan, otak memiliki sifat berbeda dengan organ-organ tubuh lain. Ilustrasi (Getty Images/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu yang belum tersingkap, dan masih menjadi misteri dalam ilmu bedah saraf adalah mengenai transplantasi otak.

Seorang dokter dari Italia pernah mengumumkan bahwa dia akan melakukan transplantasi otak pertama di dunia pada akhir 2017 mendatang. Benarkah transplantasi otak dapat dilakukan?

Eka Julianta Wahjoepramono, ahli bedah saraf di Indonesia yang pernah melakukan prosedur pembedahan berisiko tinggi, pengangkatan tumor di batang otak, mengatakan, transplantasi otak hingga kini belum dapat dilakukan.


“Transplantasi dalam arti memindah otak belum bisa,” kata Eka kepada CNN Indonesia di Rumah Sakit Siloam, Lippo Karawaci. Lelaki yang biasa disapa dengan sebutan Prof Eka itu menjelaskan, otak memiliki sifat berbeda dengan organ-organ tubuh lain.

“Otak itu sekali dia mati, mati dalam arti tidak terkena aliran darah lima menit saja, maka dia akan mati. Dan rule-nya sampai saat ini, yang mati itu tidak bisa hidup kembali.” Hingga detik ini, banyak para ahli bedah saraf dari berbagai belahan dunia mencoba, tapi belum ada yang berhasil.

“Orang berlomba-lomba, tapi sampai saat ini belum bisa.” Eka melanjutkan, yang bisa dilakukan terhadap otak, bukan ditransplantasi melainkan diberi elektrik. “Misalnya pada otak yang lemah, seperti orang dengan parkinson. Parkinson itu berarti ada yang tidak beres dengan otak sehingga menyebabkan gerakan tubuh tidak normal.”

Membetulkan kelemahan otak pada penderita parkinson, menurut Eka, bisa lewat penanaman semacam barang elektrik ke dalam otak yang dapat membuat otak mendekati normal kembali.

“Nah itu ada, tapi bukan transplan, jadi sampai detik ini belum ada. Belum bisa, dan belum ada yang berhasil. Di kedokteran seperti itu, kalau belum terbukti, maka kita tidak boleh mencoba, dan terlalu berbahaya.”

Lebih lanjut, Eka menerangkan, otak tidak dapat hidup di tempat lain. “Otak tidak bisa dipindahkan di tempat orang lain. Sampai saat ini belum ditemukan bagaimana caranya.” Organ lain, misalnya ginjal, hati, bahkan jantung pun bisa ditransplantasi, tapi otak lain cerita. Memindahkan otak manusia adalah hal yang tidak bisa dilakukan.

“Caranya bagaimana? Kalau memindahkan berarti dipotong dulu. Kalau dipotong lima menit saja, maka otak bisa mati.”

Otak adalah kabel. Dia ibarat bongkahan kabel, yang isinya miliaran kabel. Eka bertanya, bagaimana bisa menyambung satu persatu kabel yang miliaran itu?  “Berbeda dengan jantung atau bahkan jari tangan yang jika putus dia bisa ditempelkan dan hidup kembali, karena organ tersebut bukan kabel.”

“Kalau otak itu kabel, kabel yang hidup, sehingga sejauh ini tidak bisa. Karena sesama kabel ditempelin ya enggak nyambung kabelnya. Yah orang berlomba-lomba melakukan percobaan macam-macam, tapi sampai saat ini belum. Masih belum bisa dibuktikan.”

(win/mer)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER