Pertarungan Koki-koki Indonesia Menuju Kompetisi Sushi Dunia

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Kamis, 27/08/2015 16:32 WIB
Pertarungan Koki-koki Indonesia Menuju Kompetisi Sushi Dunia Belasan koki Indonesia bersaing menjadi wakil bangsa di Global Sushi Challenge (CNN Indonesia/Hanna Azarya Samosir)
Jakarta, CNN Indonesia -- "3, 2, 1, ya!"

Jarum jam terlihat tepat menunjukkan pukul 12.30 WIB ketika delapan pria berbalut pakaian putih langsung melangkah ke depan meja di Menara Top Food Indonesia, Tangerang, pada Kamis (27/8). Kilau pisau di atas meja langsung saling silang mengiris daging salmon Norwegia dan produk laut mentah lainnya.

Tak sembarang mengiris, para koki dari berbagai restoran di Indonesia ini harus membuat presisi agar dapat memenangkan pertarungan babak regional Global Sushi Challenge.


Dari total 15 koki, hari ini dipilih satu jawara yang nantinya akan mewakili Indonesia untuk berlaga melawan koki dari 12 negara lain di puncak acara di Tokyo, Jepang, pada November mendatang.

Ketua penyelenggara, Jon Erik Steenslid, yakin para koki Indonesia tak akan kalah saing. "Mereka sangat kreatif dan sangat berkomitmen dalam membuat sushi," katanya kepada CNN Indonesia saat ditemui di sela acara.

Kreativitas tersebut, kata Erik, merupakan salah satu senjata para koki dalam menghadapi pertarungan ini. Pasalnya, selain membuat edomae atau sushi standar, para koki ini juga harus unjuk kebolehan berkreasi dengan nasi Jepang dan berbagai makanan laut mentah lainnya.

Tak sembarang berkreasi, para koki sudah dibekali pengetahuan melalui pelatihan yang diadakan oleh penyelenggara, Norwegian Seafood Council (NSC) dan World Sushi Skills Institute (WSSI), pada 25-26 Agustus.

"Kami memberikan pengetahuan tentang seni membuat sushi sesuai dengan tradisi Jepang, kebersihan, kreativitas, kecepatan, dan tentunya keindahan yang nantinya akan jadi kriteria penilaian," ucap Erik.

Berbekal pengetahuan tersebut, Erik yakin para koki Indonesia dapat memukau juri-juri pakar sushi dan kuliner, seperti Masayoshi Kazato dan Masahiro Goto dari WSSI, Henry Alexie Bloem selaku Presiden Indonesian Chef Association, serta Bondan Winarno.

"Ini adalah acara profesional, jadi jurinya pun profesional dan saya yakin juri akan puas dengan pekerjaan tangan koki Indonesia, tapi penilaian juga sangat ketat," kata Erik.

Penilaian ketat serupa juga tengah dirasakan oleh para koki di berbagai belahan negara lain, yaitu Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Norwegia, Portugal, Inggris, Jerman, Perancis, Swedia, Polandia, Spanyol, dan Amerika Serikat.

"Nantinya semuanya akan bertarung untuk menyajikan sushi terbaik dengan salmon dari Norwegia. Kita lihat hasilnya," kata Erik.


(mer)