Norovirus, lebih dikenal sebagai 'cruise-ship flu', 'stomach flu', atau 'winter vomiting flu' adalah salah satu penyebab gangguan pencernaan yang paling sering terjadi di dunia. Meskipun kebanyakan pasien sembuh setelah beberapa hari penderitaan, virus ini bisa mematikan untuk bayi dan orang tua, atau orang-orang dengan kekebalan tubuh yang lemah.
Dilansir dari laman NY Times, Norovirus sangat menular, terutama di lingkungan terbatas misalnya kapal. Namun, bagaimana persisnya penularan virus ini masih menjadi misteri. Tangan yang tidak dicuci sebelum makan adalah salah satu penyebabnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Mikrobiologi Terapan dan Lingkungan, peneliti menganalisis urutan genetik dari sekitar 1.077 sampel norovirus yang ditemukan dalam tiram. Beberapa urutan telah tersimpan dalam database genetik sejak 1983.
Norovirus bermutasi sangat cepat, sama halnya dengan virus influenza. Wabah besar biasanya dimulai setelah strain virus baru muncul. Ada konvergensi antara strain baru virus yang ditemukan dalam tiram dan yang ditemukan pada manusia.
Yongjie Wang, spesialis ilmu pangan di Universitas Shanghai Ocean dan penulis utama studi menyimpulkan bahwa tiram adalah penampungan yang tepat untuk norovirus manusia, tempat di mana virus dapat bersembunyi dan bermutasi. Norovirus juga bisa ditularkan kembali ke manusia. Bisa jadi ketika tiram dimakan dalam kondisi mentah.
(win/mer)