Tradisi 'Trick or Treat' di Berbagai Negara
Lesthia Kertopati | CNN Indonesia
Sabtu, 31 Okt 2015 13:23 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Halloween identik dengan tradisi trick or treat, yakni kegiatan meminta permen, kue, atau camilan manis dari rumah ke rumah. Merunut sejarahnya, tradisi ini dimulai sejak abad pertengahan di dataran Eropa yang kemudian diboyong ke Amerika Serikat, sekitar 100 tahun lalu.
Di masa lalu, saat malam Halloween, masyarakat abad pertengahan akan berpartisipasi dalam acara ‘mumming’, dimana mereka berkeliling desa dan memberikan doa sebagai ganti makanan dan camilan. Tradisi yang dulu bertujuan mendoakan arwah leluhur itu, kini berubah jadi kegiatan favorit bagi anak-anak.
Di berbagai negara, anak-anak biasanya menggunakan berbagai kostum, tidak sebatas monster, hantu, atau iblis, melainkan juga tokoh film favorit mereka. Berbalut kostum seru tersebut, mereka dengan bahagia mengetuk pintu rumah di sekitar lingkungan mereka dan meminta permen atau cokelat. Meskipun pada intinya sama, trick or treat di beberapa negara hadir berbeda, dan tidak melulu saat Halloween. Seperti apa?
Di masa lalu, saat malam Halloween, masyarakat abad pertengahan akan berpartisipasi dalam acara ‘mumming’, dimana mereka berkeliling desa dan memberikan doa sebagai ganti makanan dan camilan. Tradisi yang dulu bertujuan mendoakan arwah leluhur itu, kini berubah jadi kegiatan favorit bagi anak-anak.
Di berbagai negara, anak-anak biasanya menggunakan berbagai kostum, tidak sebatas monster, hantu, atau iblis, melainkan juga tokoh film favorit mereka. Berbalut kostum seru tersebut, mereka dengan bahagia mengetuk pintu rumah di sekitar lingkungan mereka dan meminta permen atau cokelat. Meskipun pada intinya sama, trick or treat di beberapa negara hadir berbeda, dan tidak melulu saat Halloween. Seperti apa?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ethiopia
BACA HALAMAN BERIKUTNYA