Pihak situs tersebut mengatakan, setiap orang yang mengisi dokumen tersebut dapat memiliki kendali lebih besar atas kematian mereka. Dokumen 'keputusan awal' itu merinci bagaimana seseorang dapat menolak pengobatan medis jenis tertentu atau pada waktu tertentu di masa depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'Keputusan awal' ini mengikat secara hukum, jadi ketika profesional kesehatan mengabaikan dokumen tersebut, maka mereka dapat diajukan ke pengadilan. 'Pernyataan awal' berbeda dengan 'keputusan awal'.
'Pernyataan awal' berisi tentang pilihan, harapan, dan keyakinan seseorang yang dijadikan panduan bagi siapa pun yang harus memberikan pilihan jika keluarga mereka sudah kehilangan kapasitas untuk membuat keputusan.
Penelitian yang dilakukan oleh Compassion in Dying mengungkap, tahun lalu hanya empat persen penduduk Inggris membuat catatan pesan atas pilihan mereka atau menunjuk pengacara. Saat ini pengadilan juga menekankan pentingnya otonomi pasien.
Pada kasus 2011, pada kasus pasien 'M', pengadilan memutuskan bahwa pengobatan tidak dapat ditarik dari pasien dalam keadaan sadar yang tingkatnya sangat kecil.
Namun, pada bulan lalu dalam kasus Nyonya N, seorang perempuan berusia 68 tahun dalam kondisi sadar yang minimal, pengadilan mengizinkan petugas medis menarik pengobatan setelah putrinya berpendapat sang ibu tidak memiliki kualitas hidup yang dia ingin rasakan.
Sebelumnya, Nyonya N telah membauat sebuah dokumen 'keputusan awal'.
(win/win)