Sejarah Kota Tua Batavia dimulai pada tahun 1526 saat Fatahillah yang dikirim oleh Kesultanan Demak menyerang Kerajaan Padjajaran dan menguasai Sunda Kelapa. Dia kemudian menamai daerah jajahannya dengan nama Jayakarta.
Sayangnya pada 1619, VOC dibawah pimpinan Jan Pieterszoon Coen menghancurkan Jayakarta dan membangun kota baru bernama Batavia. Nama Batavia diambil dari Batavieren, leluhur bangsa Belanda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Batavia kemudian menjadi pusat administratif Hindia Timur Belanda. Tahun 1942, selama pendudukan Jepang, Batavia berganti nama menjadi Jakarta dan masih berperan sebagai ibu kota Indonesia sampai sekarang.
Tahun 1972, Gubernur Jakarta, Ali Sadikin, mengeluarkan dekrit yang resmi menjadikan Kota Tua sebagai situs warisan. Keputusan gubernur ini ditujukan untuk melindungi sejarah arsitektur kota.
Namun sayang, dekrit tersebut terabaikan. Hingga kini, masih banyak bangunan bersejarah di Kota Tua yang terbengkalai hingga lapuk dan nyaris rubuh. Kendati demikian, berbagai pihak termasuk organisasi nirlaba dan perusahaan swasta terus berupaya melakukan perbaikan dan revitalisasi.
Kota Tua juga tengah diajukan masuk dalam daftar Warisan Budaya UNESCO pada 2017 mendatang. (les)