Kesalahan Medis Bisa Jadi Penyebab Kematian Ketiga di Dunia

Megiza, CNN Indonesia | Sabtu, 14/05/2016 05:18 WIB
Kesalahan Medis Bisa Jadi Penyebab Kematian Ketiga di Dunia Ilustrasi. (Thinkstock/KatarzynaBialasiewicz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah riset yang dilakukan oleh Johns Hopkins University School of Medicine memprediksi ada sekitar 250ribu orang di Amerika Serikat yang meninggal karena kesalahan dokter dan perawat.

Jika angka tersebut dimasukan dalam daftar yang dibuat oleh Center for Disease Control and Prevention (Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit), maka 'kesalahan dokter' dapat menjadi penyebab kematian ketiga, setelah jantung dan kanker.

Meski begitu, jumlah 250 ribu orang tersebut hanyalah sebuah prediksi, mengingat kesalahan medis tidak pernah dijadikan sebagai penyebab kematian yang dicantumkan dalam surat pernyataan kematian seseorang.


Jika dokter bedah Anda tidak sengaja menyayat salah satu organ tubuh yang kemudian menyebabkan pendarah di dalam dan berimbas pada jantung, maka besar kemungkinan penyebab kematian Anda akan ditulis dengan kardiovaskular.

Untuk mengetahui berapa banyak kesalahan fatal yang terjadi di rumah sakit, para periset meneliti sampel pasien yang ditandai dengan bendera merah (yang biasanya diberikan karena kesalah dosis obat), mencari tahu apakah pasien meninggal setelahnya, dan menelusuri apakah kesalahan itu berkontribusi pada kematiannya.

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2010, menyebut estimasi 0.6 persen kematian pasien di sepuluh rumah sakit di Carolina Utara terjadi karena faktor instansi kesehatan si pasien.

Penulis riset ini yang juga seorang Dokter Bedah, Martin Makary mengatakan para dokter dan suster adalah manusia yang tidak bisa menghindari kesalahan. Seperti profesi lainnya, beberapa instansi kesehatan dan rumah sakit memberikan pelayanan yang lebih baik dibanding lainnya.

Kesalahan penanganan medis adalah salah satu kesalahan yang umum terjadi, kata dokter yang juga menulis buku berjudul 'What Hospitals Won’t Tell You and How Transparency Can Revolutionize Health Care' itu.

Kesalahan penghitungan atau pengukuran dosis dapat menyebabkan overdosis. Seorang perawat bisa saja menyuntikan obat penghilang rasa sakit saat menangani pasien yang sebenarnya membutuhkan suntikan penicillin, yang menjadi salah satu kesalahan fatal yang terjadi pada 2006.

Kesalahan lain adalah ketika dokter atau perawat melakukan salah diagnosa. "Kami mencatat bahwa satu dari tujuh diagnosa ternyata salah," kata Makary seperti dikutip dari Menshealth.

Ketika dokter Anda salah mendiagnosa apa yang terjadi dengan Anda, maka dapat dipastikan Anda juga akan melakukan prosedur yang tidak penting, yang malah dapat meningkatkan risiko komplikasi. Tidak hanya itu, kesalahan diagnosa juga dapat menyebabkan tertundanya perawatan yang seharusnya dapat segera dilakukan.

Belum lagi infeksi yang disebabkan oleh prosedur sterilisasi yang dilakukan tidak sesuai dengan jalurnya, ataupun miskomunikasi karena tidak menerima informasi yang krusial antar instansi kesehatan.


(meg/meg)