Wisata Perbatasan Semakin Dicari Turis Asing

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Senin, 26/09/2016 10:51 WIB
Cross Border Festival Wonderful Indonesia di Sambas, Kalimantan Barat sukses mendulang kunjungan wisatawan perbatasan hingga 300 persen. Atraksi seni dan budaya yang digelar Kementerian Pariwisata di daerah perbatasan, menjadi daya tarik wisatawan dari negara tetangga untuk datang berkunjung. (Dok. Kementerian Pariwisata)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wisata perbatasan Indonesia menjadi daya tarik baru untuk mendatangkan wisatawan asing. Terbukti dari acara-acara di perbatasan Indonesia yang kerap dijejali pengunjung, terutama dari negara tetangga.

Cross Border Festival Wonderful Indonesia di Sambas, Kalimantan Barat, contohnya. Acara yang digelar pada akhir pekan, tanggal 17-18 September lalu itu, sukses meningkatkan kunjungan wisatawan perbatasan hingga 300 persen.

“Sabtu 17 September, jumlah pelintas batas tercatat 1105 wisman, Minggu 18 September naik lagi 2227 orang Malaysia menonton festival,” sebut Rizki Handayani Mustafa, Asdep Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Wilayah ASEAN, dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Jum’at (23/9).


Sebelumnya, acara serupa yang digelar di Entikong, perbatasan Serawak, Malaysia dan Indonesia, di Pulau Kalimantan, juga menarik cukup banyak turis dari negara tetangga.

“Capaian angka total 3332 wisman itu berarti naik 300% dibandingkan dengan festival serupa di Entikong, yang kotanya lebih besar. Artinya, event di perbatasan itu semakin populer dan diminati masyarakat di negeri tetangga,” terang Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana.

Bukan hanya soal kunjungan wisman yang meningkat. Pitana menyebut, ekonomi masyarakat pun ikut terdongkrak. Oleh karena itu, masyarakat sekitar meninta agar program tersebut terus berlanjut.

Pitana juga menambahkan wisata perbatasan alias cross border tourism adalah pasar yang sangat potensial.

“Tinggal bagaimana daerah membangun destinasi di wilayahnya, agar wisatawan dari negeri tetangga semakin betah. Semakin banyak orang berwisata, semakin maju daerahnya, semakin makmur masyarakatnya,” terang dia.

Tahun lalu, wisatawan yang masuk lewat pintu perbatasan sebanyak 370.869 wisman atau hanya 3,56 persen.

“Potensi border tourism itu besar. Masyarakat di sana juga harus mendapatkan benefit dengan lebih banyak event, sehingga banyak orang berdatangan,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Selain Entikong dan Sambas, Kementerian Pariwisata juga terus menggenjot berbagai program di wilayah perbatasan lain, seperti Atambua, Dili, Papua, sampai ke Batam-Bintan yang bisa cepat diakses oleh wisman dari Singapura. Semua itu demi misi mencapai target kunjungan 12 juta wisman tahun 2016, dimana dua juta diantaranya berasal dari wisatawan perbatasan. (les)