GIPI Targetkan Pengembangan WIsata dalam 100 Hari

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Senin, 05/12/2016 12:24 WIB
GIPI Targetkan Pengembangan WIsata dalam 100 Hari Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M. Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah dilantik Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jakarta, pada Rabu (30/11), Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Didien Djunaedy, menyatakan kalau organisasinya siap mendukung seluruh program pemerintah yang memiliki target mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara dan 275 juta wisatawan lokal sampai 2019.

Menurut Didien, pariwisata Indonesia akan berkembang dan berjalan dengan baik, jika pelaku usaha wisata dapat merangkul wisatawan dengan lebih baik lagi. Lebih lanjut, ia menjelaskan mengenai peran organisasinya dalam menjembatani itu semua.

“Seluruh pelaku usaha wisata harus mendukung perkembangan industri pariwisata Indonesia. Oleh karena itu, GIPI akan berperan dalam pembangunan sinerginya,” kata Didien, seperti yang dikutip dari keterangan resmi Kemenpar pada Senin (5/12).


Salah satu program kerja GIPI periode 2016-2012 ialah pemasaran dan pengembangan destinasi wisata serta peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Tiga program kerja itu telah disahkan dalam musyawarah nasional. Kami akan melaksanakannya dengan konsisten,” ujar Didien.

GIPI telah didirikan pada 7 April 2011, mengacu pada Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

GIPI menjadi payung bagi seluruh organisasi pariwisata yang ada di Indonesia serta menjadi wadah komunikasi dan konsultasi bagi para anggotanya. Selain itu, GIPI juga menjadi mitra kerja pemerintah.

Hingga 100 hari ke depan, Didien berharap kalau program kerja GIPI sudah memberikan hasil yang memuaskan.

“Dalam 100 hari, kami akan mendorong anggota kami, juga yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), untuk memasarkan destinasi wisata di Indonesia,” ujar Didien.

“Kami juga akan menggelar famtrip, agar semua orang bisa mengenal langsung destinasi yang dipasarkan,” lanjutnya.

Tak hanya mendatangkan ratusan juta wisatawan, Presiden Indonesia Joko Widodo juga meminta industri pariwisata memberikan kontribusi pada produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 8 persen, dengan devisa sebesar Rp280 triliun, serta membuka 13 juta lapangan kerja.

“Apa yang sudah dilakukan Menpar Arief sudah maksimal, jika seluruh pihak semakin fokus memberikan dukungan, saya rasa target itu akan terlampaui,” ujar Didien.

Hingga tahun lalu, wisatawan mancanegara yang berkunjung mencapai 10 juta orang dan wisatawan lokal yang berkunjung mencapai 255 juta orang.

Kontribusi industri pariwisata terhadap PDB nasional sebesar 4 persen, dengan devisa yang dihasilkan sekitar Rp155 triliun, dan terciptanya 11,3 juta lapangan kerja baru.

Angka indeks daya saing juga naik 20 poin, menjadi ranking 50 dari 141 negara.

(ard/ard)