Presiden Iran Berharap Ada Penerbangan Langsung ke Jakarta

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Kamis, 15/12/2016 10:21 WIB
Presiden Iran Berharap Ada Penerbangan Langsung ke Jakarta Presiden Joko Widodo (kanan) menyalami Presiden Iran Hassan Rouhani seusai menutup Konferensi Asia Afrika 2015 (KAA) di Jakarta Convention Center, Kamis (23/4). (ANTARA FOTO/Panca Syurkani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Iran Hassan Rouhani berharap adanya penerbangan langsung Jakarta-Teheran dan sebaliknya, dalam rangka meningkatkan kerja sama di bidang pariwisata.

Pernyataan itu disampaikan oleh Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden melalui keterangan resmi yang dilansit oleh Antara pada Kamis (15/12).

Presiden Joko Widodo memang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Iran pada Rabu (14/12). Dalam pertemuannya dengan Hassan Rouhani, Jokowi membahas berbagai hal, salah satunya ialah kerja sama pengembangan wisata kedua negara.


Ketua Parlemen Iran Ali Larijani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri ESDM Ignasius Jonan juga turut hadir dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu.

Hassan Rouhani menjelaskan kalau penerbangan langsung Jakarta-Iran tak hanya meningkatkan potensi wisata kedua negara, tapi juga potensi kerja sama di bidang lain.

Ia menambahkan, penerbangan langsung juga merupakan wujud dari peran aktif kedua negara dalam mengatasi masalah people to people contact.

"Kita akan coba hitung bagaimana nanti pelaksanaannya, tetapi prinsipnya kedua pemimpin sepakat mengenai pentingnya upaya bersama untuk meningkatan kerja sama di bidang pariwisata," kata Retno dalam keterangan resmi tersebut.

Tak hanya di bidang pariwisata, Jonan menyebutkan kalau sejumlah kesepakatan kerja di bidang lain juga dicapai dalam pertemuan tersebut, di antaranya dalam bidang energi dan migas, yang memang merupakan fokus kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Iran.

Salah satu kerja sama yang juga disepakati adalah mengenai pengelolaan bersama dua ladang minyak di Ab-Teymoura dan Mansouri serta kerja sama pembangunan kilang minyak atau refinery berkapasitas 300.000 barel dengan nilai investasi sekitar US$5 miliar (sekitar Rp66,8 triliun).

"Ada satu patungan yang akan dijalankan untuk membangun pengolahan minyak mentah menjadi minyak jadi di daerah Jawa Timur, itu antara perusahaan minyak Iran dengan pihak swasta di Indonesia," kata Jonan dalam keterangan resmi yang sama.

Hingga Oktober kemarin, dari dari Kementerian Pariwisata menunjukkan kalau jumlah wisatawan mancanegara asal negara Arab sekitar 11.565 orang.

Bahkan sampai September, ada 7.700 wisatawan asal Iran yang mengurus izin visa kunjungan ke Indonesia. Jumah itu mengalami peningkatan dari tahun lalu, yang hanya sebanyak 5.100 wisatawan.

Disebut dalam berbagai pemberitaan, Lombok menjadi kawasan wisata yang populer bagi wisatawan Iran.

(ard)