Studi: Orang Dewasa Tak Perlu Minum Susu

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Sabtu, 24/12/2016 07:59 WIB
Studi yang dilakukan King's College London menyebutkan, sebenarnya orang dewasa tidak perlu mengonsumsi susu secara reguler. Penelitian yang dilakukan King's College London menyebutkan bahwa orang dewasa tak perlu mengonsumsi susu. (Stocksnap/Krzysztof Puszczynski)
Jakarta, CNN Indonesia -- Konsumsi susu masih banyak diperdebatkan. Sebagian menyebut bahwa susu merupakan minuman yang wajib dikonsumsi, lainnya mengatakan nutrisi susu bisa digantikan makanan lain.

Di sisi lain, studi yang dilakukan King's College London menyebutkan, sebenarnya orang dewasa tidak perlu mengonsumsi susu secara reguler.

Sophie Medlin, Profesor Jurusan Nutrition and Dietetics, King's College London, yang memimpin penelitian, menyebut alasan utama hal tersebut adalah karena kandungan laktosa dalam susu.


Laktosa merupakan gula alami yang terkandung dalam susu. Pada manusia, enzim laktase yang diperlukan untuk mengolah laktosa, banyak diproduksi saat bayi.

"Namun, seiring pertambahan usia, jumlah laktase dalam tubuh terus berkurang. Apalagi jika tidak dibarengi dengan konsumsi susu teratur," papar Medlin, dikutip Independent.

Dia menambahkan, pada populasi dengan konsumsi susu rendah, seperti di negara-negara Asia, enzim laktase juga semakin rendah diproduksi tubuh. "Imbasnya, banyak yang mengalami intoleransi pada laktosa atau alergi susu," ujar Medlin.

Sebaliknya, negara-negara dengan konsumsi susu harian yang tinggi, seperti Amerika Serikat da Eropa, laktase akan terus diproduksi tubuh hingga dewasa. Hal itu menyebabkan mereka mudah mengonsumsi susu tanpa harus mengalami perut kembung dan diare.

Medlin menyebut, ada juga populasi yang punya mutasi genetik, dimana tubuh mudah mengolah laktosa.

Susu sendiri sebenarnya merupakan makanan kaya nutrisi. Dalam segelas susu terkandung karbohidrat, protein, kalsium, fosfat, vitamin B dan iodine.

Merunut sejarah, susu juga sudah jadi bagian diet manusia selama lebih dari 8000 tahun, ketika manusia beralih dari gaya hidup nomaden ke menetap.

Pada waktu itu, susu tidak hanya diminum langsung melainkan juga diolah menjadi produk lain seperti keju dan yoghurt. Alasannya, agar lebih mudah dikonsumsi dan tidak menyebabkan diare.

"Hal itu menunjukkan bahwa susu penting bagi manusia," jelas Medlin.

Namun, dengan banyaknya sumber nutrisi di era modern, susu bisa digantikan makanan lain.

"Nutrisi utama yang terkandung dalam susu adalah kalsium, namun mengonsumsi susu dalam jumlah banyak saat kita dewasa, tidak berpengaruh signifikan pada kepadatan tulang," tutur Medlin, yang menambahkan kepadatan tulang seseorang ditentukan dari asupan nutrisi di masa kanak-kanak hingga remaja.

Oleh karena itu, Medlin menyimpulkan bahwa orang dewasa sebenarnya tidak perlu mengonsumsi susu secara teratur, jika tujuannya adalah mencari asupan kalsium. Namun, susu bisa jadi sumber nutrisi praktis untuk magnesium, fosfor, serta asam amino esensial. (les/les)