Kedutaan Besar Diminta Lebih Aktif Promosikan Wisata

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Kamis, 19/01/2017 12:27 WIB
Kedutaan Besar Diminta Lebih Aktif Promosikan Wisata Olah raga tradisional Karapan Sapi merupakan salah satu ajang wisata Indonesia yang memiliki potensi untuk mendatangkan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. (ANTARA FOTO/Saiful Bahri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam laporan akhir tahun kemarin, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengatakan kalau mereka telah melakukan promosi pariwisata di luar negeri.  Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan kalau salah satu promosi tersebut ialah menampilkan logo 'Wonderful Indonesia' di bus, taksi, dan layar besar sejumlah kota besar, seperti London, Paris dan New York.

“Kami memilih waktu saat kota-kota tersebut sedang mengadakan acara besar, sehingga promosinya efektif. Seperti saat Piala Eropa di Paris,” kata Arief Yahya dalam jumpa pers di Gedung Kemenpar, Jakarta, pertengahan Desember 2016.

Usaha promosi yang menelan biaya tak sedikit itu memang dibutuhkan, namun bukan menjadi yang utama, seperti yang dikatakan oleh Anggota Komisi X DPR Dwita Ria Gunadi.


Selain iklan di media, Dwita memiliki pendapat kalau pemerintah seharusnya bisa memberdayakan kedutaan besar (kedubes) Indonesia di luar negeri untuk mempromosikan pariwisata Tanah Air.

"Promosi melalui kedubes itu berguna sekali untuk menanggulangi anggaran promosi pariwisata Indonesia luar negeri yang tidak terlalu banyak di tahun ini,” kata Dwita, seperti yang dikutip dari Antara pada Kamis (19/1).

“Selain kedubes, mahasiswa yang sedang menimba ilmu di luar negeri juga bisa diberdayakan,” lanjutnya.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas menginginkan agar daerah-daerah wisata di Indonesia telah siap secara infrastruktur, sehingga tidak mengecewakan wisatawan yang datang.

"Ketika mereka datang, mereka dapat menikmati dan menceritakan kesiapan pariwisata Indonesia di negara masing-masing,” kata putra dari mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Senada dengan Ibas, Anggota Komisi IV DPR Andi Akmal Pasluddin juga mengharapkan pemerintah dapat memaksimalkan potensi pariwisata di kawasan perairan.

Menurut Andi, ribuan pulau yang ada di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan.

"Ini harus jadi fokus kerja pembangunan nasional yang serius. Tak hanya bagi pelaku usahanya, namun juga untuk masyarakat sekitarnya, yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan,” kata Andi.