Fakta Kelam Wanita Tanpa Anak

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Jumat, 27/01/2017 18:07 WIB
Sebuah studi menemukan perempuan yang alami menstruasi sebelum 12 tahun dan tidak punya anak berpotensi alami menopause prematur. Ilustrasi: Peneliti menemukan wanita tidak punya anak lebih cepat alami menopause. (DieterRobbins/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah studi terbaru di Australia menemukan umur perempuan pertama kali menstruasi dan jumlah anak yang dimiliki dapat memengaruhi waktu terjadinya menopause.

Melansir Live Science, studi yang dilakukan University of Queensland menunjukkan perempuan yang mengalami menstruasi pertama sebelum umur 12 tahun dan tidak punya anak, berpotensi lima kali lebih besar alami menopause prematur dan dua kali lebih mungkin alami menopause dini.

Peluang itu dibandingkan dengan perempuan yang mendapatkan haid pertama kali di setelah berusia 12 tahun dan memiliki dua anak atau lebih.


Perempuan dianggap mengalami menopause prematur ketika berhenti menstruasi sebelum usia 40 tahun. Jika berhenti haid dalam rentang usia 40-44 tahun, wanita disebut alami menopause dini.

Meski usia pada periode pertama dan saat menopause menjadi penanda kesehatan reproduksi, hingga saat ini belum ada  hubungan antara keduanya dengan kesehatan perempuan secara keseluruhan.

Studi ini dilakukan dengan melihat data yang diambil dari sembilan studi terhadap 51.450 wanita menopause di Inggris, Skandinavia, Australia dan Jepang.

Para peneliti melihat usia wanita yang menjadi responden ketika menstruasi pertama kali serta anak yang dimilikinya.

Dari hasil penelitian, usia rata-rata menopause perempuan adalah 50 tahun. Sebanyak dua persen mengalami menopause prematur dan 7,6 persen mengalami menopause dini.  

Di antara perempuan yang mendapat haid pertama sebelum usia 12 tahun dan tidak memiliki anak, sebesar 5,2 persen mengalami menopause prematur dan 9,9 persen mengalami menopause dini.

Kendati demikian, peneliti masih merasa memerlukan kajian lebih lanjut mengenai faktor gen dan lingkungan ketika pertama kali haid dan menopause.

"Untuk meningkatkan hasil kesehatan di kemudian hari, kami perlu memikirkan faktor risiko melalui seluruh kehidupan wanita, dari awal tahun dan saat periode pertama mereka, sampai tahun melahirkan anak dan transisi menopause," kata ketua penulis dan juga profesor epidemiologi di The University of Queensland, Gita Mishra.

Para peneliti berharap agar informasi ini dapat dijadikan pedoman untuk kesehatan reproduksi. Misalnya, dokter dapat mempersiapkan perempuan yang tidak memiliki anak dan mengalami haid pertama di usia 12 tahun untuk kemungkinan menopause dini.

(end/les)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK