REKOMENDASI KULINER
Nostalgia di 'Taman Gembira' 90 Tahun di Sudut Jakarta
Endro Priherdityo & Hizkia Darmayana | CNN Indonesia
Jumat, 03 Feb 2017 22:08 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Suara keramaian memecah ketika pintu kayu gedung tiga lantai di tepi Jalan KH Zainal Arifin, Jakarta Pusat, itu dibuka. Saat itu, puluhan wanita paruh baya tengah menari, bercengkerama, dan berbincang seolah bernostalgia melepas rindu.
Mereka berkumpul di sebuah tempat legendaris di ibu kota. Bangunan tiga lantai bercat putih bertuliskan 'Restoran Eka Ria' di bagian luar bangunan itu memiliki model bangunan yang menandakan ia tidak dibuat dari era milenium.
Namun para wanita yang meramaikan lantai dasar restoran itu tidak peduli seberapa tua tempat tersebut. Mereka asik mengobrol mengelilingi meja bundar berisi 10 orang yang tersebar mengelilingi aula besar untuk dansa.
Yesi, 45, adalah salah satu wanita di tengah keramaian itu. Ia berserta dengan teman-temannya kerap berkumpul rutin di Eka Ria.
"Di sini enak makanannya, dan suasananya membuat kami sering ke sini," kata Yesi saat ditemui CNNIndonesia.com.
Yesi dan kawan-kawannya adalah sebagian kecil yang terus datang meramaikan restoran peranakan tertua di Jakarta itu. Yesi, dan pelanggan lainnya, terus datang dan menjadi nadi kehidupan restoran yang berdiri bahkan sebelum Indonesia merdeka.
Eka Ria pada awalnya adalah sebuah restoran yang didirikan oleh pedagang asal Guang Zhou, China, bernama Tjoeng Tan. Tjoeng mendirikan cikal bakal Eka Ria yang bernama Rumah Makan Jit Lok Jun pada 1925 di kawasan Glodok.
Mereka berkumpul di sebuah tempat legendaris di ibu kota. Bangunan tiga lantai bercat putih bertuliskan 'Restoran Eka Ria' di bagian luar bangunan itu memiliki model bangunan yang menandakan ia tidak dibuat dari era milenium.
Namun para wanita yang meramaikan lantai dasar restoran itu tidak peduli seberapa tua tempat tersebut. Mereka asik mengobrol mengelilingi meja bundar berisi 10 orang yang tersebar mengelilingi aula besar untuk dansa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sini enak makanannya, dan suasananya membuat kami sering ke sini," kata Yesi saat ditemui CNNIndonesia.com.
Aula utama restoran Eka Ria kerap jadi lantai dansa.(CNN Indonesia/Hizkia Darmayana) |
Eka Ria pada awalnya adalah sebuah restoran yang didirikan oleh pedagang asal Guang Zhou, China, bernama Tjoeng Tan. Tjoeng mendirikan cikal bakal Eka Ria yang bernama Rumah Makan Jit Lok Jun pada 1925 di kawasan Glodok.
'Perintah' Orde Baru
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
Aula utama restoran Eka Ria kerap jadi lantai dansa.(CNN Indonesia/Hizkia Darmayana)