DP x BA, Kolaborasi Menjanjikan Dian Pelangi dan Barli Asmara

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Jumat, 24/03/2017 15:21 WIB
DP x BA, Kolaborasi Menjanjikan Dian Pelangi dan Barli Asmara Dua desainer Indonesia yang menyasar pangsa pasar berbeda ini akan bekerja sama dan siap merilis koleksinya pada Mei mendatang. (Foto: ANTARA FOTO/Teresia May/Asf/ama/15.)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi perancang busana, inspirasi menjadi penting untuk merancang sebuah koleksi. Inspirasi pun bisa datang dari mana saja termasuk sebuah perjalanan.

Desainer Dian Pelangi dan Barli Asmara melakukan perjalanan ke Melbourne, Australia pada 13-21 Maret lalu. Mereka berbagi cerita sekaligus oleh-oleh bagi pecinta fesyen, khususnya bagi dunia mode busana muslim. 

Inspirasi perjalanan di Melbourne itu melahirkan ide kreatif untuk berkolaborasi dalam merancang busana muslim atau tertutup untuk pria. Kolaborasi yang diberi tajuk DP X BA, diambil dari inisial nama Dian Pelangi X Barli Asmara, rencananya akan diluncurkan saat bulan Ramadan 2017 atau Mei mendatang.


"Kolaborasi ini menggabungkan sisi desain Barli yang trendi dan kain-kain klasiknya Dian Pelangi," ujar Dian saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (23/3).

Desainer berusia 26 tahun itu menambahkan, selama ini dibanding pria, pakaian muslim untuk wanita lebih banyak desain maupun kreasi. Senada dengan Dian, Barli juga menuturkan selama ini pakaian pria sangat minim desain. Sehingga diharapkan gebrakan dari mereka bisa menginspirasi pecinta fashion.

"Koleksi kali ini modest wear buat laki-laki, tapi bukan baju koko. Nanti bahan-bahan signature-nya Dian, desain saya," kata Barli.

Kendati Dian sering menggunakan warna-warna terang dan beragam, untuk kolaborasinya ini warna monokrom jadi pilihan seperti hitam, putih, abu-abu dan navy blue. Menurutnya, warna-warna ini termasuk warna aman untuk masuk ke pasaran men's wear. Apabila nanti diterima dengan baik, ada kemungkinan untuk mencoba menggunakan warna selain monokrom.

Akan ada 20 looks untuk koleksi kolaborasi mereka. Koleksi lebih ke pakaian ready to wear antara lain jaket, kaos, kemeja, dan celana panjang. Pemakaian bahan lebih dominan bahan dobi, parasut, katun, jersey dan sedikit bahan sutera.

"Jadi pakaian-pakaian ini nantinya bisa dipakai untuk ngumpul, ngantor, tidak terpaku buat acara-acara keagamaan " kata Dian.

Selain itu, Dian dan Barli juga 'bermain' dalam motif. Pilihan mereka jatuh pada batik dan tie dye. Sebenarnya, kata Barli, mereka akan memamerkan tiga look dalam acara Wardah Fashion Journey yang berlangsung hari itu, akan tetapi ternyata hal ini tidak sempat dilakukan.

"Sebenarnya kita mau siapkan model untuk tiga baju tapi ternyata tak sempat," ujar Barli.