Donat 'Kampung' dan Kenangan Perang Dunia I

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Jumat, 14/04/2017 13:33 WIB
Donat 'Kampung' dan Kenangan Perang Dunia I Donat gula tak sekadar makanan tapi juga sebuah kenangan akan PD I. (Thinkstock/Pavlo_K)
Jakarta, CNN Indonesia -- Donat ternyata bukan sekadar kue bulat dengan lubang di tengah dan memiliki lapisan gula. Lebih dari itu, donat, khususnya donat goreng ternyata punya kenangan khusus di Perang Dunia I.

Saat PD I, perempuan dari Salvation Army secara sukarela bergabung di garis depan dan mendukung tentara Amerika. Mereka dibekali dengan beberapa persediaan, seperti masker gas, helm, dan senjata revolver kaliber 45.

Namun nyatanya mereka tak butuh itu. Mereka lebih butuh rolling pin, cetakan kue, tepung, dan gula. Dibanding senjata, hal ini semuanya justru lebih sulit didapatkan untuk tentara angkatan
darat.


Menurut Smithsonian, pada September 1917, empat perempuan, anggota organisasi amal Kristen bermigrasi ke kamp lain di area dekat Perancis Timur. Awalnya mereka masih bisa melakukan berbagai kegiatan yang sama seperti saat di Amerika. Namun tak dimungkiri, rasa rindu kampung halaman mulai melanda.

Demi menghapus rindu, dua orang perempuan mencoba membuat donat, makanan rumahan yang biasa disajikan dalam keluarga. Tapi mereka kesulitan untuk mendapat bahan dan alat membuat donat.

Kondisi tersebut memaksa mereka untuk memutar otak demi membuat donat. Margaret Sheldon dan Helen Purviance, dua orang perempuan itu, mengumpulkan kelebihan sisa bahan makanan untuk membuat adonan.

Mereka pun memanfaatkan botol sisa anggur sebagai rolling pin. Sedangkan helm tentara dimanfaatkan sebagai wajan untuk menggoreng. Mereka mengisi helm dengan lemak dan menggoreng donat kepang.

John T. Edge dalam bukunya Donuts: An American Passion mengungkapkanm bentuk donat bulat dibuat dengan memanfaatkan kaleng susu kental kosong.

Donat ini langsung populer di antara tentara. Bahkan donat juga mempererat hubungan antara tentara, dengan makanan, dan juga perempuan yang melayani tentara atau donut lassies.

Donut buatan mereka adalah donat yang sederhana dalam rasa namun tetap terasa lezat. Donat ini dibuat hanya dengan tepung, gula, baking powder, garam, telur dan susu. Untuk menambah rasa, donat ini ditaburi dengan gula bubuk setelah digoreng.

"Bisa Anda bayangkan dua orang perempuan memasak. Dalam satu hari harus membuat 2500 donat, delapan lusin cupcakes, 50 buah pie, 800 buah pancake, 255 galon cokelat panas, dan hanya satu yang menyajikan. Itu adalah pekerjaan sehari-hari," tulis Purviance dalam suratnya.

Sekilas donat goreng tabur gula ini sangat mirip dengan 'donat kampung' ala Indonesia yang sempat popular sebagai jajanan tradisional. Di Indonesia, rasa donat yang sederhana dan lapisan gula bubuk putihnya membuat mulut anak-anak berubah putih dan penuh gula.


Resep donat gula PD I:

Bahan:
1,1 kg tepung terigu
0,5 kg gula pasir
5 sdt baking powder
1/4 sdt garam
2 buah telur
414 ml susu cair
Minyak untuk menggoreng

Cara membuat:
1. Campurkan semua bahan untuk membuat adonan (kecuali minyak).
2. Uleni adonan sampai kalis. Gulung dan potong adonan menyerupai cincin.
3. Panaskan minyak dalam wajan, kemudian goreng donat sampai kecokelatan. Angkat.
4. Tabur donat dengan gula bubuk. Sajikan.