Alasan Telur Ayam 'Haram' Dicuci

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Sabtu, 15/04/2017 19:55 WIB
Alasan Telur Ayam 'Haram' Dicuci Jangan lagi mencuci telur ayam sembarangan. (Pixabay/Taken)
Jakarta, CNN Indonesia -- Demi alasan menjaga kebersihan, ibu rumah tangga kerap mencuci telur yang baru dibelinya di pasar. Proses mencuci ini dilakukan sebelum telur disimpan dalam lemari es.

Sekilas telur terlihat bersih, tapi faktanya, hal ini justru tak disarankan. Mencuci telur mentah dianggap justru bisa berbahaya.

"Mencuci (telur) adalah hal terakhir yang ingin Anda lakukan," kata Lisa Steele, penulis buku 'Fresh Eggs Daily' kepada Extra Crispy.


Lisa mengungkapkan bahwa sebenarnya telur ayam mentah segar memiliki lapisan pelindung alami yang disebut kutikula. Ini adalah lapisan pelindung alami yang tak terlihat di cangkang telur.

Lapisan ini merupakan lapisan tipis yang akan melindungi telur dari serangan bakteri yang menyebabkan cangkang rusak.

"Lapisan ini dihasilkan secara alami oleh induk ayam untuk melindungi calon anak-anaknya dalam telur," ucap Lisa.

"Jika Anda mencucinya dengan cara yang tak tepat dan mengikuti aturan khusus, maka lapisan ini akan hilang dan lebih rentan terhadap serangan bakteri."

Prosedur pencucian telur sendiri sebenarnya bisa dilakukan, namun harus dibawah pengaturan yang sangat ketat dan juga sesuai undang-undang kesehatan. Di Amerika misalnya, proses pencucian telur harus dilakukan di bawah undang-undang federal AS.

Para petani sendiri dilarang untuk merendam telur di air atau direndam dalam jumlah zat besi tertentu selama proses pembersihan.

Lalu bagaimana kalau secara tampilan, telur ayam terlihat kotor. Seringkali banyak yang menyangka, sisa-sisa rumput dan berbagai benda tak diinginkan yang menempel di cangkang adalah kotoran ayam. Hal ini yang membuat orang sedikit jijik dan memutuskan mencuci telur.

Satu hal yang harus dipahami, bahwa sebenarnya hal itu bukanlah kotoran ayam.

Ayam bertelur dari lubang yang sama dengan pengeluaran urin dan feses. Meski demikian, 'mereka' tidak benar-benar keluar keluar bersamaan.

Saat proses bertelur, ayam betina memiliki lapisan membran tipis yang memisahkan telur dengan feses dan urin. Membran inilah yang akan melindungi telur dari eksresi ayam lainnya. Kesimpulannya, kotoran dan urin tidak benar-benar menyentuh telur.