Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Penguatan Jejaring Kemenpar Hidayat mengatakan, acara ini merupakan bagian dari komitmen Kemenpar untuk terus mengembangkan 10 Bali Baru.
“Ini adalah bagian dari percepatan, untuk merealisasikan target wisman dan wisnus. Semua unsur penta helix (sinergi) di Bangka Belitung kita kumpulkan di acara ini,” ujar Esthy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Hidayat mengatakan, MICE itu market, size, spread, spending dan sustainabilitas-nya besar. Oleh karena itu, sekarang adalah momentum sektor MICE untuk mengukir sejarah di pariwisata.
”Banyak pihak mulai melirik destinasi MICE di Indonesia. Punya alam yang indah, dan paket yang menarik dengan kombinasi aktivitas MICE dan tourism,” ujar Hidayat.
Menteri Pariwisata Arief yahya mengatakan, MICE termasuk menggerakkan roda ekonomi. MICE jadi makin terlihat seksi lantaran jumlah pesertanya banyak, partisipannya adalah decision marker, length of stay-nya panjang, media coverage-nya luas dan spending-nya sangat tinggi.
Seperti diketahui Kemenpar sudah mencanangkan 10 Bali Baru yang meliputi Danau Toba (Sumut), Bangka Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu, dan Kota Tua (DKI Jakarta). Lainnya adalah Candi Borobudur (Jateng), Bromo-Tengger-Semeru (Jatim), Mandalika Lombok (NTB), Labuan Bajo (NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara). (odh/odh)