Rinaldy Yunardi dan Kostum Nasional untuk Miss Universe 2017

Rahman Indra, CNN Indonesia | Senin, 22/05/2017 18:56 WIB
Rinaldy Yunardi dan Kostum Nasional untuk Miss Universe 2017 Desainer yang lebih dikenal dengan rancangan aksesori itu diminta Yayasan Puteri Indonesia untuk membuat Kostum Nasional Indonesia untuk Miss Universe 2017. (Foto: Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rinaldy A. Yunardi bakal menjadi desainer yang ditunjuk untuk merancang Kostum Nasional Indonesia di kompetisi Miss Universe 2017 yang akan datang.

Desainer yang kerap merancang aksesori itu diminta untuk merancang pembuatan National Costume yang akan digunakan Puteri Indonesia 2017 Bunga Jelitha Ibrani di ajang kompetisi MU.

Kabar ini diungkap sendiri oleh Yung Yung, demikian ia biasa disapa lewat akun Instagramnya, pada Senin (22/5).


"Iya, surat dari Yayasan Puteri Indonesia (YPI) baru saya terima, ini baru tahap awal, nanti saya akan ada pertemuan lebih lanjut dengan YPI, untuk kepastian detilnya," ujar Rinaldy saat dihubungi di Jakarta, Senin (22/5).

Dalam postingannya, Rinaldy membagi gambar dia dan Ivan Gunawan yang sedang tampak berdiskusi membahas satu rancangan. Potongan gambar itu disertai keterangan: "Pagi ini kehadiran @ivan_gunawan membawa project baru dan langsung pembahasan perdana National costume concept untuk @bungajelitha21 di ajang Miss Universe." 

Ia mengatakan, Ivan datang ke butik dan menyampaikan permintaan dari YPI tersebut. Sebelumnya, keduanya bekerjasama untuk busana yang dibawa Puteri Indonesia 2016 ke kompetisi MU tahun lalu.

"Saya bilang, aduh, ini namanya lomba, ada beban. Ivan meyakinkan saya bahwa ini bukan sekadar lomba, tapi untuk Indonesia," ujarnya.

[Gambas:Instagram]

Ini kali pertama YPI menunjuk Rinaldy sebagai perancang untuk kostum nasional, sebelumnya pembuatan kostum nasional dipegang oleh pihak Jember Fashion Carnaval.

Tak lama setelah postingan potretnya bersama Ivan, Rinaldy lalu turut membagi isi surat yang disampaikan YPI. Dalam surat bertanggal 8 Mei 2017 itu, YPI mengajukan permohonan kerjasama dalam pembuatan National Costume yang akan digunakan Puteri Indonesia 2017 di ajang Miss Universe 2017. Surat itu ditandatangani Mega Angkasa, Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi YPI.

Rinaldy mengatakan surat itu masih perlu ditindaklanjuti dengan pertemuan dan kesepakatan bersama.

[Gambas:Instagram]

Beban tersendiri

Meski sudah lebih dari dua dekade di dunia mode, permintaan untuk merancang busana nasional untuk kompetisi Miss Universe disebutnya mengusung 'beban' tersendiri.

"Ini beban, dan tanggungjawab besar, soalnya ini dikompetisikan bukan sekadar dipakai untuk perhelatan saja," ujarnya beralasan.

Namun, ia mengatakan kalaupun memang ia dipercaya dan kemungkinan itu ada, ia akan mencoba menantang dirinya.

"Dalam perjalanannya, siapa tahu saya akan ajak yang lain (dalam hal ini Ivan), untuk berkolaborasi, kita lihat nanti," ujarnya menambahkan.

Sejak memposting rencana penunjukannya sebagai desainer busana Kostum Nasional Indonesia, beberapa komentar dari netizen berbau positif dan mendukung. Ada juga yang berharap rancangan itu mampu membuat Indonesia menang di tingkat internasional. 

Rancangan aksesori Rinaldy sebelumnya sempat mencuri perhatian dunia ketika dikenakan Katy Perry dan Nicki Minaj dalam video musik mereka masing-masing.

Perubahan untuk penyegaran 

Dihubungi terpisah, Mega Angkasa membenarkan bahwa surat itu dikirimkan YPI pada Rinaldy A. Yunardi. Namun, ia menegaskan penunjukan Rinaldy menjadi satu dari beberapa desainer yang dimintai yayasan untuk pembuatan kostum nasional. Selain Rinaldy, juga termasuk tim dari Jember Fashion Carnaval. 

"Seperti tahun lalu, kita selalu membuka kesepatan pada partner baru, dan ini masih dalam pembicaraan awal, kemungkinan ke sana ada," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, pada Senin (22/5).

Disampaikan Mega, dalam empat tahun terakhir busana nasional Indonesia dibuat oleh tim Jember Fashion Carnaval. Beberapa kali rancangan mereka mencuri perhatian publik dan terakhir ada yang meraih kemenangan di tingkat Miss Grand Internatinal 2016.

Ia mengatakan, permintaan akan partisipasi Rinaldy diyakni akan membawa penyegaran. Merunut lagi ke belakang, kostum nasional yang dikenakan Puteri Indonesia di ajang kompetisi ada yang menang, tapi ada juga yang mesti bersabar tak membawa pulang piala. Elvira menang, tapi Anindya dan Kezia tidak.

"Tentu ada sesuatu yang berbeda yang mesti kita presentasikan, apalagi kini ada manajemen baru, MU tidak lagi dipegang Donald Trump," tambah dia.  

Tidak hanya itu, Mega juga mengatakan timnya melakukan riset untuk mencari tahu apa yang menjadi kelemahan dalam kostum nasional Indonesia sehingga belum meraih kemenangan di tingkat internasional itu.

"Sejauh ini kita melihat sepertinya harus ada penyegaran, kostum nasional menonjol tak lagi berukuran besar, atau karnaval tapi berbelok ke yang lebih ada makna, ada cerita dan orisinal," jelasnya.

Mega menegaskan tim YPI memiliki sejumlah nama yang belum diumumkan secara resmi. Ia menegaskan, begitu kesepakatan kedua belah pihak ada, maka diumumkan ke publik. 

Terkait kenapa pilihannya jatuh pada Rinaldy, Mega melihat track record perancang itu yang banyak merancang dengan konsep modern minimalis.

Saat ini, tim YPI telah memberikan sejumlah masukan, arahan, dan clue akan bentuk kostum nasional kepada Rinaldy sekiranya nanti dia yang akan melanjutkan merancang busana yang mempresentasikan Indonesia itu di tingkat dunia. Tidak hanya dalam desain aksesori, tapi juga busana secara keseluruhan.