Tujuh Hal yang Harus Diketahui Perempuan Soal Kanker Serviks
Christina Andhika Setyanti | CNN Indonesia
Sabtu, 10 Jun 2017 15:59 WIB
5. Anda tak pernah terlalu tua untuk mendapat vaksin HPV
Rata-rata perempuan Indonesia dianjurkan untuk mendapat vaksin HPV pada usia sekolah. Namun usia yang direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin ini berbeda-beda di tiap negara.
FDA di Amerika menyarankan usia wajib vaksin (untuk laki-laki dan perempuan) berkisar usia 9-26 tahun. Namun ini tak berarti ada batasan usia yang terlalu tua untuk mendapatkan vaksin tersebut, khususnya pada perempuan dengan usia aktif seksual.
6. Jadwal menstruasi yang tak konsten bisa jadi penanda
Periode menstruasi memang seringkali tak teratur. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk gaya hidup, tingkat stres, sampai gejala awal kanker serviks. Waspada jika periode menstruasi terlalu lama dan dalam jumlah yang terlalu banyak.
7. Perilaku non-seksual juga bisa meningkatkan risiko kanker serviks
Seseorang bisa saja menjadi carrier HPV (memiliki HPV dalam tubuhnya, namun belum berkembang menjadi sel kanker). Jika Anda carrier HPV, merokok atau gaya hidup yang buruk akan meningkatkan risiko kanker serviks sampai tiga kali lipat.
Para ahli mengungkapkan bahwa merokok bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga virus lebih mudah menginfeksi. (chs)
Rata-rata perempuan Indonesia dianjurkan untuk mendapat vaksin HPV pada usia sekolah. Namun usia yang direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin ini berbeda-beda di tiap negara.
FDA di Amerika menyarankan usia wajib vaksin (untuk laki-laki dan perempuan) berkisar usia 9-26 tahun. Namun ini tak berarti ada batasan usia yang terlalu tua untuk mendapatkan vaksin tersebut, khususnya pada perempuan dengan usia aktif seksual.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
6. Jadwal menstruasi yang tak konsten bisa jadi penanda
Periode menstruasi memang seringkali tak teratur. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk gaya hidup, tingkat stres, sampai gejala awal kanker serviks. Waspada jika periode menstruasi terlalu lama dan dalam jumlah yang terlalu banyak.
7. Perilaku non-seksual juga bisa meningkatkan risiko kanker serviks
Seseorang bisa saja menjadi carrier HPV (memiliki HPV dalam tubuhnya, namun belum berkembang menjadi sel kanker). Jika Anda carrier HPV, merokok atau gaya hidup yang buruk akan meningkatkan risiko kanker serviks sampai tiga kali lipat.
Para ahli mengungkapkan bahwa merokok bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga virus lebih mudah menginfeksi. (chs)